Belum Rezekinya

Beberapa waktu lalu, di desa tempat Lady Cempluk tinggal ada pagelaran wayang kulit. Tentu pagelaran ini sangat dinantinanti oleh warga sekitar, apalagi ada kabar jika akan ada undian berhadiah. Hadiahnya ada kulkas, televisi, mesin cuci, hingga sepeda motor. Tak mau
ketinggalan, Cempluk datang satu jam sebelum pagelaran  dimulai.

Cempluk pun dengan segala daya upaya meminta lebih banyak kupon ketika pembagian. Ia mendapat sepuluh kupon sekaligus. Padahal  aturannya satu orang hanya mendapat satu.

Pengundian hadiah akan dilaksanakan nanti setelah pagelaran wayang kulit selesai. Ketika Cempluk mencari minuman hangat, ia tidak sengaja bertemu dengan Gendhuk Nicole, salah satu teman dekatnya waktu SMA.

“Waduh, ada kuponnya ta? Aku telat,” tanya Nicole kecewa.

“Ya wis, ini tak kasih satu. Aku tadi dapat 10, tapi jangan bilang siapa-siapa ya?” bisik Cempluk.

Setelah ikut lek-lekan sampai pagi, akhirnya pengundian hadiah pun dimulai. Cempluk mendengarkan dengan seksama, takut kalau  nomornya dipanggil tapi kelewatan. Namun, hingga undian terakhir tak satupun nomornya disebut.

“Daaan… yang mendapatkan motor adalah undian 32145,” ujar MC yang disahut dengan suara teriakan dari Gendhuk Nicole.

Ternyata oh ternyata, satu nomor yang dikasih Cempluk tadi adalah nomor yang disebut MC mendapat sepeda motor. Sedangkan 9 nomor lainnya yang dipegang Cempluk tidak ada satupun yang disebut.

“Waduh Bune-Bune, mau dapat motor kok malah dikasihkan orang…” ledek sang suami yang membuat Cempluk makin mbesengut.

D. Ade Kurniawan
(ade.fi reopal@yahoo.com)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top