Tradisi Lempar Sandal

Hari Minggu (13/5) lalu menjadi hari bahagia bagi Jon Koplo dan Lady Cempluk. Pasalnya, dua sejoli asal Banjarsari, Solo itu  melangsungkan resepsi pernikahannya. Karena menggunakan adat Jawa, semua ritual pernikahan dilakukan dengan komplet, mulai dari
serahan sanggan, lempar gantal, wijikan, kanten asta, dulangan hingga tradisi kacar-kucur dan sungkeman.

Kejadian lucu terjadi saat prosesi balangan gantal. Tradisi ini memiliki makna dua pasangan yang saling melempar cinta. Prosesi ini dimulai
dengan kedua mempelai berdiri berhadapan agak berjauhan dan melempar gantal. Gantal adalah daun sirih yang dilinting berisi bunga pinang, kapur sirih, gambir, dan tembakau.

“Plo, lempar gantalnya,” Tom Gembus memberi instruksi untuk melempar gantal. Namun entah kenapa Jon Koplo malah melepas
sandalnya dan bersiap seperti mau melemparkan sandal itu.

“Heh, kowe arep ngapa?” tanya Gembus kaget.

“Lo, katanya lempar sandalnya?”

“Woalah, kupiiing kuping. Gantal Plo, bukan sandal,” Gembus ngguyu. Beberapa tamu yang mendengar kejadian itu ikut tertawa.

“Tak kira sandal yang dilempar…” gumam Koplo malu.

Dian Eko Saputro,
Muruh RT 002/RW 001,
Slogoretno, Jatipurno,
Wonogiri 57693

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top