Bus Kembar

Kisah ini dialami oleh Jon Koplo, warga Jogja yang sedang dalam perjalanan ke Madiun. Malam itu Koplo naik bus suroboyoan. Karena capai Koplo tertidur. Koplo baru terbangun setelah merasa kebelet pipis.

Karena di bus tidak ada toilet, sementara mau bilang sama pak sopir kok pekewuh, nggak enak  sama penumpang lain dikira minta diistimewakan.

Akhirnya Koplo terpaksa ngampet pipisnya dengan harapan bus segera sampai di Solo.

Tak lama kemudian tiba-tiba bus berhenti di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). “Ah, kesempatan ini, bisa ngetap sebentar,” pikir Koplo.

Tapi lagi-lagi dasar Koplo pekewuhan, tanpa bilang kepada sopir atau kondektur, ia langsung mak brabat, lari menuju ke toilet yang ada di
SPBU tersebut. Ternyata di toilet ia pun harus antre. Ia gemas, khawatir ketinggalan bus.

Selesai melepas hajat kecilnya, Koplo tampak lega. Lebih lega lagi ketika melihat bus suroboyoan masih terparkir dengan manis di SPBU.

Dengan tenang ia masuk ke dalam bus, tapi apa yang terjadi Saudara-saudara? Ternyata baik interior bus maupun penumpang- penumpangnya berubah dari semula. Rupanya Koplo telah masuk ke bus lain. Bus yang ia naiki tadi sudah berangkat dan disusul bus lain
yang sama persis dengan yang ia naiki tadi.

Apa boleh buat, terpaksa ia  ganti bus dengan konsekuensi harus beli karcis lagi. “Untung tadi tasnya dibawa…”

Angga Septiandaru
Karangasem RT 001/RW 008,
Laweyan, Solo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top