Kurang Kerjaan

Ada semacam anggapan, bahwa orang yang memelihara tuyul, kalau berjalan selalu mbanda tangan, katanya sedang nggendhong tuyulnya.

Yang lebih unik lagi, orang yang memelihara tuyul selalu tahu kalau diledek dari belakang, katanya diberi tahu tuyulnya. Itu yang membuat
Jon Koplo, warga Karanganyar ini penasaran.

Tom Gembus, seorang pengusaha sugih mblegedhu yang satu desa dengan Jon Koplo, konon terkenal sebagai orang yang memelihara tuyul, meskipun belum terbukti secara nyata.

Suatu hari, Tom Gembus sedang menaiki motornya, lewat di depan rumah Jon Koplo. Sebagai tetangga yang baik  Koplo selalu aruh-aruh.  “Mangga Pak, badhe tindak pundi?” sapanya ramah.

“Mangga, Mas Koplo, namung mlampah-mlampah ten warung riku…” jawab Gembus tak kalah ramahnya.

Setelah Gembus membelakangi, sikap Jon Koplo pun tiba-tiba berubah 180 derajat, meledek Tom Gembus dengan melet-melet sambil mendelik dengan mimik mengejek, “Whek-whekwheeek…” katanya.

Benar saja. Tanpa dinyananyana, ndilalah Tom Gembus memutar balik motornya. “Enten napa Mas, kok njenengan ngecengece kula?”

Koplo yang terkejut pun tergagap-gagap menjawabnya, “Eeeh, mbo… mboten kok, Pak… Namung guyon hehehe…” katanya sambil pergi masuk rumah. Tom Gembus cuma gedheg-gedheg.

Sampai di dalam rumah, “Bener, Bu. Tom Gembus ngingu thuyul. Mau numpak montor tak ece seka mburi bul ngerti-e…” katanya kepada Lady Cempluk, istrinya.

“Ya jelas ngerti wong ana spione… Sampeyan ki kurang gaweyan, Ndadak ngece-ngece barang…” kata Cempluk sambil tertawa ngakak.

T. Kusmiyati,
Perum Flamboyan Indah
D-9, Blulukan, Colomadu,
Karanganyar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top