Tiwas Diblokir

Pulang dari swalayan, sampai di rumah Cempluk segera membuka ponsel Androidnya. Ada panggilan masuk di Whatsapp. Sayangnya, nomor yang masuk adalah nomor asing. Begitu melihat fotonya, Cempluk kaget. Perasaan dia tak mengenal orangnya, lelaki dengan kulit muka legam dan rambutnya gondrong, sebut saja Jon Koplo.

Cempluk menunggu, siapa tahu Koplo menghubungi lagi. Kalau penting, pasti Koplo akan mengirim pesan. Cempluk tidak bercerita pada suaminya, Tom Gembus, perihal nomor asing itu. Setelah sehari tidak ada lagi telepon masuk, akhirnya Cempluk menunjukkan panggilan tersebut pada Gembus. Siapa tahu Gembus mengenalnya

”Ora kenal, Bu. Kalau kamu juga tidak kenal, gek fotonya juga sangar, nomornya diblokir saja. Panggilannya dihapus!” perintah Gembus.

Cempluk menurut, nomor Koplo langsung diblokir, dan panggilan dihapus. Cempluk kini merasa aman.

Hari berikutnya pada waktu siang, hape jadul Cempluk berdering. Cempluk mengambil hape, lalu melihat nomor yang tertera. Sepertinya  sama dengan nomor yang kemarin diblokir.

”Assalamualaikum, selamat siang…,” kata orang di seberang. “Ibu, benarkah ini milik Pak Gembus?” tanyanya.

“Iya, benar. Ini dari siapa?”tanya Cempluk.

”Saya kurir dari ekspedisi ABC. Kemarin saya mau mengirimkan paket ke rumah, tapi rumah kosong. Saya telepon juga tidak diangkat,” katanya lagi.

Akhirnya Mas Kurir datang. Badalah, ternyata kurirnya adalah Jon Koplo yang nomornya kemarin diblokir. Rambutnya panjang dan kulitnya
legam. Untung nomor GSM-nya tidak diblokir.

Cempluk bercerita pada suaminya, “Ealah, tiwas diblokir jebul kurir ngantar hadiah.”

Noer Ima Kaltsum, Manggeh
RT 004/RW 013, Lalung,
Karanganyar, Karanganyar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top