Petai yang Tertukar

Mbah Cempluk, seorang nenek yang tinggal di Wonogiri ini ingin berkunjung ke rumah anaknya, Genduk Nicole, yang tinggal di Kota Solo. Segala sesuatunya
sudah ia persiapkan termasuk membawa oleh-oleh kesukaan anaknya yaitu petai dalam jumlah banyak yang ia bungkus dengan kardus bekas minuman.

Pagi-pagi sekali Mbah Cempluk sudah berada di Terminal Wonogiri untuk menunggu bus.

Tak lama kemudian, bus jurusan Solo pun datang, dengan segera Mbah Cempluk naik bus tersebut. Sang kondektur, sebut saja Jon Koplo, tentu saja segera membantu Mbah Cempluk untuk membawa kardus tersebut.

“Sik-sik-sik… anggur-anggur (maksudnya orang tua),” teriaknya.

Sementara Mbah Cempluk mencari tempat duduk, Koplo meletakkan kardus bawaannya di bagian depan bus.

Sepanjang perjalanan Mbah Cempluk tertidur sampai akhirnya tiba di Solo. Kondektur Koplo membangunkannya dan membantunya turun dari bus dengan menurunkan kardus bawaannya yang tadi langsung dijemput oleh Gendhuk Nicole.

Mbah Cempluk tidak merasa ada yang aneh karena kardusnya masih sama. Namun Mbah Cempluk merasa aneh ketika Gendhuk keberatan membawa kardus oleh-oleh bawaannya.

“Apa isinya, Mbah?” tanya Gendhuk Nicole.

“Ah, sudahlah. Pokoknya kejutan, pasti kamu suka,” jawab Mbah Cempluk.

Saking penasaran, sesampai di rumah Gendhuk membuka kardus tersebut badalaaa… “Lo, isinya kok mangga, Mbah?”

Mbah Cempluk sangat terkejut ketika kardusnya sudah tidak berisi petai melainkan mangga. Dengan mesam-mesem Mbah Cempluk mengatakan pada
anaknya bahwa oleh-olehnya tertukar di bus, Gendhuk Nicole pun hanya tertawa hahaha…

Dinda Noor Azizah
dinda.nanjar@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top