Kehilangan Doorprize

Kisah nyata kali ini terjadi di acara kopi darat sebuah komunitas penulis di Solo. Lady Cempluk sebagai ketua panitia mengundang Jon Koplo, seorang penulis terkenal. Jon Koplo memberikan tips-tips cara menulis yang baik dan benar agar diterima di penerbit. Acara sangat hidup karena ada banyak pertanyaan dari peserta.

Nah, setelah sesi tanya jawab selesai, Cempluk memberikan kenang-kenangan pada Jon Koplo.

Kenang-kenangan tersebut dibungkus rapi dimasukkan ke dalam paper bag. Jon Koplo berterima kasih lantas pamit pulang.

Setelah itu, sesi pemberian doorprize berupa buku-buku bacaan bagi peserta yang sudah bertanya. Cempluk menyebut nama penanya untuk maju ke depan.
Beberapa orang yang tadi bertanya berdiri di depan, siap menerima doorprize dari Cempluk.

Namun ketika akan mengambil doorprize…“Lha dalah… Doorprize-e mau nang endi?” batin Cempuk sambil celingukan. Ia mengobrak-abrik isi tasnya. Teman-teman lainnya gedhek-gedhek. Cempluk berpikir mengingat-ingat.

Tiba-tiba, “Astaghfirullahal’adzim…!” Cempluk langsung lari mengejar Jon Koplo. Untung saja Koplo masih di parkiran. Ternyata doorprize-nya katut
di paper bag kenang-kenangan yang dibawa Jon Koplo.

Dengan wajah abang ireng menahan malu, Cempluk memberanikan diri, “Pak, nyuwun sewu, doorprize buat penanya terselip di tas Bapak!”

Jon Koplo senyum-senyum, “Oalah, njih Bu. Pantesan kok isinya berat sekali,” ledek Koplo. Pasti dikirain itu juga kenangkenangan buat dia. Untung Jon
Koplo belum pulang…

Sholikah
(sholikahikah93@gmail.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top