Tiwas Dioyak…

Peristiwa yang dialami Lady Cempluk ini terjadi di sebuah SMA swasta di Solo, pas peringatan Hari Guru ke-72 beberapa waktu lalu.

Kejadiannya seusai perayaan hari guru bersama seluruh siswa. Cempluk yang juga guru Bimbingan Konseling (BK) ini sudah ada perjanjian pertemuan
dengan orang tua/wali siswa. Namun sebelumnya, Cempluk harus menandatangankan surat perjanjian orang tua siswa kepada kepala sekolah, Tom Gembus.

Karena orang tua siswa sudah hadir, Cempluk bergegas ke ruang kepala sekolah. Dalam waktu yang bersamaan, ia melihat sekelebat sosok yang sedang berjalan di koridor sekolah seperti pimpinanya. “Wah, itu Pak Gembus. Kebetulan sekali, sekalian minta tanda tangan…” pikir Cempluk.

Segera Cempluk mengejar sosok tersebut yang kelihatanya mau keluar kompleks sekolah. “Pak Gembus, tunggu…! Sebelum tindak, saya mau minta tapak asma dulu,” seru Cempluk.

Namun begitu sosok itu berbalik arah, badalaaa… Cempluk kaget dan wajahnya abang ireng. Ternyata sosok itu bukan kepala sekolah, melainkan orang tua siswa
yang hendak membayar sekolah. Kebetulan mirip karena juga sama-sama memakai seragam keki.

“Ohhh, ngapunten Pak, kula kinten Pak Kepala Sekolah, amargi saking tebih mirip,” kata Cempluk kisinan dan ngeloyorpergi timbang isin. Tiwas dioyak, bul dudu Kepala Sekolah…

FX Triyas Hadi Prihantoro
triyashantoro@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top