Kepergok Kentut

Jon Koplo dan Tom Gembus lagi hobi jalan-jalan. Liburan akhir tahun ini mereka berdua berencana jalan-jalan ke Jogja. Berangkatlah Koplo dan Gembus dari rumahnya di daerah Sukoharjo. Mereka berencana naik Prameks dari Stasiun Solo Balapan. Pagi pukul 06.00 WIB Koplo dan Gembus sudah mruput sampai di stasiun untuk antre beli tiket.

Sambil menunggu kereta, mereka memutuskan untuk beli nasi pecel, maklum belum sempat sarapan. “Wah, iki sambel pecel kok manteb men, puedes pol,” kata Koplo sambil kepedesan.

“Aja akeh-akeh leh mu mangan sambel kuwi Plo, mengko wetengmu mules nek njero prameks,” Gembus menasehati. Namanya juga Koplo, dia tidak mengubris
nasehat temannya.

Prameks yang ditunggu akhirnya datang. Mereka naik sambil rebutan sama penumpang lainnya. Koplo agak kecewa, karena kereta yang dinaiki tempat duduknya memanjang.

Namun kekecewaan Koplo memudar ketika telinganya mendengar lagu kesukaannya terputar keras, apalagi kalau bukan dangdut koplo. Disela nikmatnya mendengar dangdut koplo kesukaannnya, perut Koplo bereaksi. Matanya melirik ke kiri dan ke kanan. Koplo berpikir kalaupun kentut, pasti penumpang di sekitarnya tak akan mendengar karena akan kalah dengan suara musik yang keras.

Tanpa berpikir lagi akhirnya Koplo kentut dengan sekencangkencangnya. Seisi gerbong pun melihat ke arah Koplo dengan tatapan jijik. Koplo bingung, kenapa seisi gerbong bisa tahu kalau dia kentut? Padahal suara musik masih terputar keras.

Gembus pun memukul tangan Koplo sambil menarik headset di telinga Koplo, ”Plo kowe ke ora duwe isin.” Ternyata dari tadi Koplo lupa kalau dia mendengarkan musik dengan headset.

Nukia Nuki,
selvinuki@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top