Kurir Ngeyel

Tiga orang cucu perempuan Mbah Gembus tinggal di rumah budenya yang ada di depan rumah beliau. Salah satu cucu Mbah Gembus, Gendhuk Nicole, sejak SMA sudah jualan album K-Pop secara online. Dengan demikian, Gendhuk biasa berinteraksi dengan kurir sebuah ekspedisi barang.

Rumah Mbah Gembus dan rumah yang ditempati Gendhuk berhadap-hadapan.

Oleh karena waktu kuliah Gendhuk dan saudaranya tidak tentu, maka barang kiriman dialamatkan rumah Mbah Gembus.

Suatu sore, seorang kurir bernama Jon Koplo datang mengetuk pintu rumah Mbah Gembus. Dengan lantang Koplo mengucap, “Permisiii, paket!”

Kebetulan Gendhuk berada di rumah. Gendhuk menyahut, “Ya, Mas.”

Koplo masih mengetuk pintu rumah Mbah Gembus. Rumah Mbah Gembus tidak ada yang membuka pintu. Gendhuk bertanya pada Koplo, “Paket untuk siapa, Mas?”

“Gendhuk Nicole.”

“Saya Gendhuk Nicole, Mas.”

“Alamat rumah dalam paket ini No. 75. Rumah njenengan No. 70.”

“Tapi saya Gendhuk, Mas.”

Gendhuk lantas menuju rumah kakeknya. Mbah Gembus membuka pintu. Setelah pintu terbuka, Mbah Gembus bilang pada Koplo sambil menunjuk cucunya, “Dia Gendhuk Nicole, Mas.”

Koplo kelihatan malu sekali karena ngeyel. Dia ngeyel karena takut salah orang. Setelah menyerahkan barang, Koplo pamit lalu pergi.

Gendhuk cuma mbatin, “Kurir anyaran, ngeyel sisan…”

Noer Ima Kaltsum,
Manggeh RT 004/RW
013, Lalung, Karanganyar,
Karanganyar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top