Kalah Sakti

Jon Koplo adalah seorang yang terkenal sakti berasal dari sebuah desa di Klaten. Ia ahli tirakat dan puasa. Banyak orang-orang penting dari desanya atau desa sekitar menjadikan Koplo sebagai penasihat spritual. Terlebih saat menjelang pemilu, rumah Koplo ramai didatangi tamu dari berbagai golongan.

Suatu hari Koplo meminta istrinya, Lady Cempluk, membersihkan sebuah ruangan yang selama ini menjadi gudang.

Koplo berniat bersemedi di tempat itu. Sebelum memulai semedi di ruangan yang telah dibersihkan Cempluk, Koplo berpesan agar nanti pintunya dikunci dari luar dan jangan dibuka kalau bukan ia yang meminta. Kalau ada yang mencarinya, Cempluk disuruh bilang kalau dirinya sedang tidak bisa diganggu.

Dari pagi sampai sore Jon Koplo bersemedi tak keluar dari kamar itu. Beberapa tamu yang mencarinya harus kecewa karena tidak bisa menemui Koplo.

Bakda Isya, beberapa orang datang lagi dengan niat yang sama. Lagi-lagi Cempluk harus bilang kalau suaminya sedang tidak bisa diganggu hingga kemudian terdengar jeritan keras Koplo sambil menggedor-gedor pintu, “Dhag-dhig-dhug-dherrr…” begitu bunyinya.

“Hoiii, Pluk! Bukaken lawange, cepettt…!” teriak Koplo bernada ketakutan.

Secara spontan Cempluk dan dua orang tamu pun menghambur masuk ke dalam. Cempluk buru-buru membuka pintu yang terkunci dari luar. Setelah pintu terbuka, Jon Koplo langsung menghambur keluar dengan wajah pucat pasi.

“Ana apa, Mas?” tanya Cempluk cemas.

“Kamar iki, ana tekek-e…” teriak Koplo ketakutan. Yang disusul dengan suara tokek, “Tok-otok-otok… tekeeek…

Cempluk dan dua orang tamunya ingin tertawa tapi ditahan. Mereka benar-benar tidak menyangka Koplo yang terkenal sakti itu ternyata takut sekali sama tokek.

Ibnu Sukron Muhdi Naser,
(ibnusukronmuhdinaser@
gmail.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top