Nasi Kardus

Jon Koplo diminta mewakili karang taruna Kelurahan Ngreco untuk mengikuti sosialisasi di Kabupaten Sukoharjo. Sesampai di sana, ternyata yang ikut sosialisasi kebanyakan bapakbapak. Tapi ia tetap bersemangat, apalagi mendapat uang saku dari kelurahan. Koplo mengisi daftar hadir dan menerima
snack dalam dus, lalu memilih tempat duduk di pojok.

Sosialisasi berjalan lancar. Meski sambil terkantuk-kantuk, Koplo menyelesaikan tugasnya.

Begitu acara berakhir, para hadirin yang jumlahnya sangat banyak itu berduyun-duyun meninggalkan tempat duduk. Mau keluar saja, antreannya luar biasa panjang. Semua berebut ingin keluar paling dulu.

Jon Koplo melihat ada celah kosong di samping ruangan acara. Jiwa mudanya membisikkan agar ia ambil jalan pintas dari situ untuk menuju ke parkiran. Malas, uyel-uyelan keluar lewat jalur utama, berjubel dengan bapak-bapak.

Tak lama, dengan sukses Jon Koplo sampai di parkiran dan lekas menaiki jok motornya. Dalam hati ia jumawa, buat apa ikut desak-desakan wong ada jalan pintas. Dasar bapakbapak, nggak bisa lihat jalan pintas. Begitu batin Koplo sambil tersenyum.

Tapi mendadak Koplo terkejut saat melihat ke jalur utama untuk keluar ruangan. ”Blaik! Tiwas aku lewat jalan pintas! Jebul keluar lewat jalur utama itu sambil
mengambil jatah nasi kardus ta?”

Koplo menyesal juga, tapi mau apa lagi. Malu kalau mau mengulang antre barisan keluar. Akhirnya ia pulang tanpa membawa jatah makan nya. Nasib, nasib!

Sabtiyaningsih,
Sidowayah RT 001/RW 006,
Ngreco, Weru, Sukoharjo 57562

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top