Es Mawon

Tom Gembus kedatangan tamu dari Jakarta. Jon Koplo namanya. Suatu hari Koplo diajak ke rumah makan khas Solo.

“Makan apa, Jon?” Jon Koplo memilih garang asem. “Mbak, garang asem setunggal, pecel setunggal, nggih?” Gembus memesankan.

Karena merasa haus, Gembus langsung mengambil minuman botol yang berjejer di meja. Sementara Koplo asyik dengan gadget-nya

Tak lama, pelayan datang membawakan makanan.

“Ngunjuki pun menapa, Mas?” tanya pelayan.

“Kula es mawon, Mbak.” jawab Gembus.

“Nggih, Mas. Lha, Mase ngunjuk napa?” giliran Jon Koplo yang ditanyai.”

”Sebenarnya Koplo tidak mengerti, tapi feelingnya memperkirakan paling menawarkan minuman.

“Aku es mawon juga deh, Mbak,” Koplo ikut-ikutan.

Tak lama, pelayan itu kembali dengan membawa dua gelas besar berisi es batu.

Jon Koplo protes,“Lho, Mbak. Es mawonnya mana, kok yang datang cuma es doang?”

“Lha tadi katanya es mawon?” jawab pelayan itu. Koplo garukgaruk kepala. Bingung.

Tom Gembus menjelaskan, “Es mawon itu ya es batu doang. Aku kan tadi sudah ambil minuman, cuma kok kurang nyesss. Makanya aku minta es batu. Oh… Aku pikir, es mawon itu sejenis es campur hehehe…” Jon Koplo meringis.

Makanya, sekali-sekali belajar bahasa daerah dong.

Mia Cisadani,
mia_cisadani@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top