Tragedi Astor Isin

Pulang mengambil rapor, Lady Cempluk mengajak sang anak, Jon Koplo, menjenguk Gendhuk Nicole, rekan kerja yang tengah sakit di sebuah rumah sakit. Cempluk pun menyempatkan membeli oleh-oleh berupa buah-buahan serta camilan seperti astor dan roti kering. Semuanya dijadikan satu, dibungkus dalam plastik besar.

“Le, ini buat oleh-oleh Budhe Nicole, temannya Bunda lo ya, nanti kalau mau jajan sehabis dari rumah sakit ya?” pesan Cempluk, Koplo menganggukangguk
paham.

Sesampai di rumah sakit, ternyata ada banyak sekali kerabat Gendhuk Nicole yang menjenguk. Cempluk pun turut ngobrol ngalor-ngidul sampai mengabaikan Jon Koplo yang tampak bosan. Hingga akhirnya, Koplo pun berbisik kepada Cempluk. “Bunda, bunda, astornya Jon Koplo tadi mana?”

“Ssstt…” kode Cempluk sambil sedikit memelototi anaknya.

“Lha wong yang sakit udah dikasih oleh-oleh banyak itu lo, astornya mbok buat aku aja. Bunda ki malah melototi aku,” gerutu Koplo membuat semua pandangan mengarah kepadanya.

Spontan, keluarga Nicole buruburu mengambilkan astor yang tadinya hendak buat oleh-oleh dan masih diletakkan dalam plastik tersebut. “Nih, buat Jon
Koplo aja,” ujar Tom Gembus, suami Nicole.

“Makasih, Pakde. Lha kan Bude sakit nggak boleh makan kayak gini ya, Bunda ki ngeyel. Mending astornya dikasih aku aja ya, Pakdhe?” ujar Koplo polos.

Tentu, celotehan lugu anaknya yang masih umur 4 tahun itu membuat Lady Cempluk merasa malu tak terkira, meskipun begitu Jon Koplo tetap tidak merasa bersalah dan lahap memakan astornya sendiri sambil tersenyum.

Rohmah Jimi S.,
Soco RT 002/RW 004
Slogohimo, Wonogiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top