Biskuit Cap Sendok

Selama tiga hari, Jon Koplo, siswa sebuah SMP negeri terkemuka di Solo, tidak masuk sekolah karena sakit demam dan gejala tipus. Karena ia anak rajin, tentu banyak sahabat maupun guru-gurunya yang menengok di rumah. Salah satunya adalah Bu Lady Cempluk, guru matematikanya. Dengan ditemani beberapa teman satu kelasnya, Bu Cempluk menengok Jon Koplo.

“Sudah mendingan, Plo? Segera masuk sekolah, ya?” pinta Cempluk.

“Ya, Bu, sudah mendingan, paling-paling besok saya sudah masuk ,” jawab Koplo sumringah.

Kemudian ia menyuruh Gendhuk Nicole, adiknya, membuatkan minuman untuk Bu Guru dan teman-temannya. Setelah minuman terhidang, Koplo mengambil tiga buah kaleng biskuit yang sama sekali tidak pernah ia buka.

“Silakan lo Bu, silakan disambi biskuitnya,” katanya tanpa membuka kaleng biskuit tersebut.

“Ya Plo, tenang saja, kamu tiduran saja,” jawab Bu Cempluk.

“Ayo teman-teman, dibuka kalengnya, itu ada biskuit,” pinta Koplo.

Akhirnya Tom Gembus salah seorang teman sekelasnya membuka kaleng biskuit tersebut. Badalah kopyah, seketika ia kaget melihat isi kaleng biskuit tersebut.

“Plo, kalau disuruh makan isi kaleng ini, enggak akan pernah habis,” tegur Gembus.

“Lo, memangnya kenapa, Mbus?” tanya Koplo.

“Bagaimana bisa habis, isinya sendok milik RT gini kok, “ jawab Gembus yang disambut tawa oleh Bu Cempluk dan teman-temannya.

Seketika itu juga merah padam muka Koplo, karena Gendhuk Nicole telah keliru mengambil kaleng biskuit yang isinya sendok-sendok milik perbendaharaan RT.

Soleh Hadi S.,
Gagak Sipat RT 003/RW 003,
Ngemplak, Boyolali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top