Ambil Molen

Lady Cempluk, mahasiswa yang sudah duduk di semester II ini Minggu pagi lalu benar-benar membuat semua orang sakit perut karena tidak kuasa menahan tawa. Hari itu, Cempluk yang sedang libur kuliah disuruh membantu ibunya mempersiapkan makanan untuk suguhan karena tengah panen padi. Berhubung yang bisa naik motor cuma Cempluk, ibunya pun menyuruh dia untuk mengambil molen ke rumah Pak Jon Koplo.

Cempluk pun manthukmanthuk saja tanpa bertanya. Kebetulan, di desa itu yang namanya Pak Jon Koplo ada dua. “Pak Jon, saya disuruh Ibu untuk ambil molen,” ucap Cempluk. “Hlo, mau mbangun rumah ta, Pluk?” tanya Jon Koplo. “Ndak kok Pak, cuma panen padi.” “Lha kendaraannya mana?” “Ini Pak, saya bawa motor.” “Hlo, piye ta, Pluk? Mosok pakai motor? Ya nggak kuat no.” “Memang, molennya banyak ya Pak, kok enggak kuat?” “Cuma satu, Pluk.”

Cempluk sebenarnya merasa agak aneh. Tapi karena saking lugunya, tanpa bertanya lagi, dia langsung pulang ke rumah. “Bu, kata Pak Koplo, molennya nggak bisa diangkut pakai motor,” wadulnya. “Hlo kok bisa?” “Ya embuh, kata Pak Koplo tadi begitu kok,” jawab Cempluk lugu. Ternyata oh ternyata, Cempluk
salah alamat. Seharusnya ia ke tempat Pak Koplo yang jualan makanan molen, tapi dia malah nembung molen ke tempat Pak Koplo yang meminjamkan alat-alat bangunan…

Desi Liana,
Mahasiswa Universitas Veteran
Bangun Nusantara Sukoharjo

Solopos, 14 Maret 2013

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top