Bapak-Anak Gojek

Jon Koplo yang menekuni pekerjaannya sebagai driver ojek online siap-siap berangkat. Tiba-tiba anaknya, Tom Gembus, mengingatkan kalau nanti terima rapor. Gembus meminta ayahnya yang mengambilkan rapor. Ibu Gembus, Gendhuk Nicole, tidak mau mengambilkan rapor, katanya pekewuh sama Bu Guru Lady Cempluk karena selama ini sering dikomentari bahwa anaknya paling bandel di kelas V.

Sebenarnya Koplo sendiri agak keberatan. Maklum, ini pertama kalinya ia bakal ketemu wali kelas anaknya itu. Tapi karena tidak ingin mengecewakan anaknya, ia pun berjanji mengambilkan rapornya.

Sebelum berangkat, istrinya mengingatkan agar mengambil rapor agak siang saja biar enggak antre. Tapi di perjalanan, Koplo
berpikir, kalau ambil rapor siangsiang bakal bau keringat. Bisa-bisa enggak pede ketemu Bu Cempluk. Maka Jon Koplo pun langsung
menuju ke sekolah anaknya.

Benar saja kata istrinya, kalau ambil pagi harus antre. Ia melihat ruang kelas anaknya ada beberapa orang tua murid yang antre. Segera Koplo masuk dan ikut mengantre.

Ketika tiba gilirannya masih banyak bapak-ibu yang antre menunggu. Bu Lady Cempluk langsung tersenyum menyapa, “Pak Gojek mau ambil rapor siapa?”

“Lo, kok Ibu tahu saya Gojek?”

“Lha itu, jaketnya Bapak.”

“Oh iya, maaf ya Bu, lupa saya lepas. Buru-buru, soalnya. Ini saya ambil rapor anak saya, Tom Gembus, Bu. Bagaimana anak saya Bu, di kelas?”

“Maaf, sepertinya Tom Gembus mengikuti jejak bapaknya.” “Maksudnya?” tanya Koplo penasaran.

“Tom Gembus itu suka gojek Pak, di kelas. Bapak-anak gojek kabeh iki”, jawab Bu Cempluk sambil tesenyum.

Jon Koplo pun pringas-pringis mendengar jawaban guru wali kelas anaknya itu.

Diliriknya orang tua yang masih mengantre juga pada mesem-mesem. Setelah terima rapor, Jon Koplo buru-buru keluar meninggalkan kelas
karena kisinan.

Dyah Budi Sujanmi,
dyahbudisujanmi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top