Uang Parkir

Jon Koplo dan istrinya, Lady Cempluk, baru saja selesai membayar belanja baju di salah satu toko pakaian di kawasan barat Alun-alun Sukoharjo. Uang Koplo tinggal Rp22.000, niatnya yang Rp2.000 untuk bayar parkir dan yang Rp20.000 mau buat beli es bersama sang istri. Begitu keduanya naik motor, Tom Gembus, si tukang parkir mendekat.

Koplo lekas merogoh saku baju dan menyerahkan uang parkir.

Gembus menerima uang itu dan segera mendekati temannya yang juga tukang parkir, untuk menukar uang Koplo. Sementara Koplo dan Cempluk sudah tancap gas meninggalkan halaman toko.

“Mas, kembaliannya beluuum!” Gembus mencoba memanggil tapi rupanya tidak terdengar.

Tom Gembus gelenggeleng kepala. Dipandanginya uang Rp20.000-an milik Jon Koplo yang belum sempat ditukarkannya.

Sementara sesuai rencana, Jon Koplo mampir beli es di salah satu lapak pedagang kaki lima tidak jauh dari alunalun. Di tengah menikmati es, Koplo merogoh sisa uangnya di saku baju dan terkejut saat yang ia jumpai uang Rp2.000- an saja!

“Dik, jebul uang yang kuberikan ke tukang parkir tadi yang dua puluhan,” kata Koplo agak panik.

“Wadhuh, lha sampeyan bawa uang lain nggak, Mas?” tanya Cempluk was-was, malu kalau sampai tidak ada uang buat bayar es.

“Nggak bawa, Dik. Sisa ini tadi, habis bayar baju,” kata Koplo mulai lemas.

“Kalau begitu, sampeyan balik ke parkiran tadi saja, minta baik-baik pada tukang parkirnya. Kita kan sering belanja di sana, saya yakin kembaliannya bisa diminta,” saran Cempluk.

Akhirnya dengan meninggalkan Cempluk di warung es, Koplo kembali ke parkiran tadi. Dengan malumalu menemui Gembus. Untung Gembus masih  mengenalinya dan segera menyerahkan uang kembalian. “Tadi sudah saya panggil, njenengan bablas saja, Mas. Ini kembalian parkirnya,” kata Gembus sambil tersenyum. Koplo menerima uang kembalian itu dengan wajah merah kisinan.

Wakhid Syamsudin
<bungaduasatu@gmail.com>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top