Kena Dua Kali

Siang itu Lady Cempluk bermaksud ke fotokopian. Setelah cukup lama menyusuri kawasan Colomadu, akhirnya Cempluk melihat sebuah tempat fotokopian di dekat lapangan AURI. Setelah menyerahkan berkas-berkas yang mau difotokopi, Cempluk mengambil kursi untuk duduk.

Tiba-tiba,”Aduh…!” kaki Cempluk tersandung batang besi yang melintang di lantai. Akibatnya jempol kaki Cempluk pun memerah karena  terluka. ”Wah, besinya kok ditaruh disini ta, Mbak?” kata Cempluk sambil pringisan kesakitan kepada karyawan fotokopian bernama  Gendhuk Nicole.

Sambil meminta maaf, Gendhuk menjelaskan kalau besi itu sengaja ditaruh di situ untuk menutupi lubang di lantai ruko.

Sambil meringis, Cempluk pun duduk. Karena jempol kaki sedang sakit, ia pun duduk sambil menjulurkan kaki seraya melepas sepatunya. Agar tidak bosan menunggu, Cempluk pun memainkan hape-nya.

Tak berselang lama, datang anak kecil keluar dari dalam ruko. Sambil membawa mobil mainan, anak itu menghampiri Cempluk lalu memainkan mobil-mobilannya di lantai dekat Cempluk duduk. Karena sedang asyik dengan hape-nya, Cempluk tidak memperhatikan
anak itu. Namun mak bedunduk… lagi-lagi Cempluk mengaduh kesakitan. Sontak karyawan fotokopian mendatangi Cempluk saking
kagetnya.

Ternyata, si anak kecil tadi setelah bosan bermain mobilmobilan, beralih memainkan besi yang tadi mengenai kaki Cempluk. Karena besi itu cukup berat baginya, maka buru-buru dilepaskan. Dan celakanya, saat melepas besi itu pas mengenai kaki Cempluk lagi. Alhasil, Cempluk kembali merasakan kesakitan.

Mau marah, tapi tidak tega karena anak itu masih kecil dan ternyata anaknya si pemilik fotokopian. Cempluk hanya bisa mengusap kakinya yang kembali lebam. ”Dhuh Gusti… paringana sabar. Ketiban wesi kok ping pindho…

Yang Nofi ar Desmayani,
Jl. Dempo Raya No. 25,
RT 003/RW 013, Mojosongo,
Jebres, Solo 57127

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top