Maklum, HP Baru

Peristiwa ini terjadi saat Jon Koplo masih menjadi mahasiswa. Ia baru membeli handphone (HP) pertamanya. Saking senangnya, HP itu dibawa ke mana-mana, termasuk ke kampus.

Saat kuliah, HP itu berdering.

“HP siapa itu yang bunyi?” ucap Lady Cempluk, sang dosen dengan tegas.

Dengan gugup Koplo langsung memencet tombol untuk mematikan panggilan tersebut.

Beberapa menit kemudian, HP-nya berdering lagi.

“HP-nya tolong dimatikan, ya!” kali ini suara Cempluk terdengar lebih lantang.

Jon Koplo kembali gugup dan mematikan HP-nya.

Eh, ternyata HP itu berbunyi lagi untuk yang ketiga kalinya.

Lady Cempluk semakin marah besar, “Kalau masih ada yang main-main di kelas, saya tidak akan mau mengajar di kelas ini lagi!” katanya langsung meninggalkan kelas.

“Gara-gara kamu, tuh!” teman sekelas menyalahkan Koplo.

Jon Koplo kesal. Gara-gara HP barunya, kelas jadi gaduh. “Huh! HP sialan! Udah dimatiin, bunyi terus! Nah, kalau gini kan nggak bunyi lagi,” ujar Koplo sambil mencabut baterai HP-nya.

Teman-teman yang melihatnya tingkahnya langsung tertawa. “Kok dicopot baterainya, Plo? Kan bisa disilent,” kata temannya.

“Waduh, iya ya!” Jon Koplo menepuk jidat. Maklum, HP baru. Menyadari kekeliruannya, Koplo menemui Lady Cempluk untuk meminta maaf.

Ah, sepertinya Jon Koplo perlu kuliah tambahan untukbelajar menggunakan HP.

Mia Cisadani
(mia_cisadani@yahoo.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top