Masker ”Buta Ijo”

Hari itu Lady Cempluk lagi libur kerja. Ia sudah menyiapkan beberapa agenda me time ala Cempluk. Dari mencuci baju sampai santai di depan televisi sembari maskeran. Biasanya Cempluk hanya bisa leha-leha di rumah kalau libur kerja saja.

Seusai mencuci dan bebersih diri. Cempluk berencana maskeran sembari nonton televisi.

Kemarin ia sudah beli masker kekinian yang kalau dioles ke wajahnya jadi warna hijau, tapi kata orang-orang hasilnya di muka jadi cling dan halus.

Lady Cempluk lalu mengolesoles mukanya dengan masker, kemudian ia mulai tiduran di depan televisi. Tiba-tiba terdengar suara,  ”Pakeeett…”

Cempluk kebinggungan soalnya ia sendirian di rumah, jadi nggak ada yang bisa mewakili membukakan pintu dan menerima paket.

”Lha piye iki…? Raikuuu…!” Lady Cempluk panik.

Tapi akhirnya dengan masih maskeran ia buka pintu juga. Takut keburu kurirnya kelamaan nunggu, mutung terus pergi.

Setelah menerima paket , Lady Cempluk berharap Pak Kurir-nya pergi. Tapi kok nggak pergi-pergi ya?

”Ya, Pak? Ada perlu lagikah?” tanya Cempluk, sambil berharap Pak Kurir segera pergi.

”Sebentar, Bu…” Pak Kurir mengeluarkan handphone-nya dan segera mengarahkan ke wajah Cempluk yang sedang membawa paket sambil
setengah ngumpet. Cempluk pasrah, sesuai prosedur kalau pakai ekspedisi itu memang harus difoto sebagai bukti paket diterima.

Habis itu Cempluk mengambil cermin dan malah kaget, “Weh, kaya buta ijo. Semoga saja fotonya nggak dipakai buat nakut-nakuti orang…”

Suyati,
Kemiri, Ketitang RT 014/RW
006, Juwiring, Klaten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top