Keliru Amplop

Pagi itu,Tom Gembus absen sekolah. Semalam badannya meriang ditambah fl u berat. “Buk, jangan lupa bikin surat izin, ya?” kata Gembus sambil menarik selimut

“Kenapa sih enggak izin lewat WA saja?” jawab Lady Cempluk, sang ibu.

Maklumlah, Pak Jon Koplo, wali kelas Gembus itu seorang yang konservatif.

Tidak menerima izin atau keluhan melalui ponsel, kurang ngajeni katanya. Jadi, tiap siswa yang tidak masuk harus menulis surat. Cempluk
sendiri yang tidak biasa bikin surat agak kelabakan dibuatnya. Maklumlah, lebih sering pegang ponsel daripada pulpen.

“Gini, ta, bunyi suratnya?” kata Cempluk sambil menunjukkan tulisannya.

“Whelah, ternyata Ibu jago juga bikin surat,” kata Gembus mengacungkan jempolnya.

sekalian ke rumah Bu RW, ada santunan anak yatim.” Cempluk buru-buru memasukkan amplop ke dalam tasnya.

Urusan surat izin sudah beres. Setelah sedikit berbasabasi dengan Pak Jon Koplo, Cempluk pun langsung menuju rumah Bu RW, GendhukNicole.

Ibu-ibu sekampung sudah berkumpul menyimak acara . Seorang ibu berkeliling membawa kaleng biskuit dengan tutup terbuka.
Dengan percaya diri, Cempluk mencemplungkan amplop amalnya.

Melihat kaleng biskuit penuh, Bu Nicole pun mengajak hadirin untuk menghitung uang amal. Namun, terjadi sedikit kericuhan saat Bu RW membuka amplop yang berisi surat.

“… Bersama datangnya surat ini, saya memberitahukan bahwa anak saya yang bernama Tom Gembus tidak dapat masuk sekolah dikarenakan sakit ….” Geeerrr… Para hadirin tertawa lepas. Lhadalah, rupanya Cempluk keliru amplop. Berarti yang disampaikan ke
Pak Jon Koplo tadi…? Cempluk segera tergopoh-gopoh kembali ke sekolah untuk menukar amplop…

Sri Sekartadji,
<Roseno1970@gmail.com>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top