Doa Rere Si Lebah Madu

Cernak : Tri Wiyono

Musim bunga telah tiba. Hati Rere, Si Lebah Madu menjadi bahagia. Bersama teman-temannya Fifi, Roro dan Nene mereka beterbangan mencari bunga mengisap madu.
“Ah, demikian indahnya Tuhan menciptakan bunga-bunga,” guman Rere sambil hinggap di bunga matahari.
“Selamat pagi Re? Gimana ka­barmu hari ini sehat kan?” tanya Roro,
“Ya, aku baik-baik saja Ro. Kamu sendiri kelihatannya sudah banyak mendapatkan madu.”
“Yah, lumayan Re. Buat persiapan nanti kalau musim bunga sudah berlalu.”
“Oke, deh. Kalau begitu aku juga mau mencari madu sebanyak-banyaknya. Sudah ya,” kata Rere sambil kembali mengisap nektar bunga itu. Roro pun kembali terbang menuju ke sarangnya. Dia harus menyetorkan madu yang dibawanya ke hadapan ratu lebah. Rere dan Roro memang merupakan jenis lebah pekerja yang bertugas mencari madu. Setiap hari mereka selalu terbang jauh, untuk mencari madu di putik-putik bunga.
Rere tampak selalu gembira melakukan tugasnya. Sebab dia bisa terbang ke mana-mana untuk melihat pemandangan yang indah. Sungguh dengan begitu Rere bisa mengagumi ciptaan Tuhan di dunia ini.
Tapi ketika sedang asyik-asyiknya mengisap nektar bunga mata­ari, Rere dikejutkan oleh kehadiran Fifi dan Lolo. Kedua temannya itu kelihatan cemas karena ada bahaya di depan mereka.
“Celaka, Re. Tadi kita lihat ada pencari madu di hutan sana, Mereka mengambil sarang kita,” kata Fifi tanpak panik.
“Iya, Re. Terus gimana nanti nasib Sang Ratu. Kita harus berbuat sesuatu, Re,” kata Lolo.
“Tenang, kawan. Jangan terlalu panik,” kata Rere mencoba menenangkan,
“Tenang gimana? Kau tahu Re. Tadi saya lihat pencari madu itu sudah mengobrak-abrik
sarang Mamo dan Dede”
“Ya, tapi mereka kan belum sampai kemari?” kata Rere masih berusaha bersikap tenang.
“Sudahlah begini saja kawan, sebaiknya kita membagi tugas,” sambung Rere.
“Membagi tugas gimana?”

“Sekarang kau kembali ke sarang untuk memberitahu Sang Ratu. Saya akan mencoba untuk mengatasi pencari madu itu,” kata Rere.
“Baiklah, Re. Tapi nanti kamu harus segera mengabari kami,” kata Lolo. Rere mengangguk.
Terus terang dalam hati Rere juga merasa cemas mendengar kabar itu. Sebab selama ini memang kedatangan pencari madu itulah yang dikhawatirkan bangsa lebah. Sebab mereka selalu menghancurkan kehidupan bangsanya. Tapi Rere juga menyadari, bahwa ini sudah merupakan hukum alam. Dan memang sudah menjadi nasib bangsa lebah untuk menjadi korban. Para pencari lebah itu tidak bisa dilawan dengan apapun. Sebab mereka kebal dengan segala macam bisa atau sengatan bangsanya.
“Ya Tuhan, tolonglah hambamu ini dari jamaah tangan manusia. Jangan kau biarkan mereka mereka mengambil sarang hamba,” kata Rere dalam hati. Memang hanya doa itulah yang bisa dilakukannya. Sebab mau melawan manusia percuma. Dia hanyalah hewan kecil, yang tidak artinya dibandingkan dengan manusia. Tapi Rere juga tahu, bahwa penguasa agung dunia ini bukanlah manusia. Melainkan Tuhan yang menguasai semesta.
Betapa berdebarnya hati Rere ketika melihat 2 orang pencari madu itu sudah semakin dekat. Mereka membawa sebatang bambu yang biasa dipakai untuk mencongkok madu ditempat yang tinggi.
“Lho, kas kelihatannya diatas tadi ada sarang yang lumayan besar, Sekarang kemana?” tanya Giman, pencari madu itu kepada temannya.
“Nggak tahu, Man/Jangan-jangan kamu salah lihat?” sahut Kaasno.
“Sumpah! Tadi aku melihat diatas pohon itu,” kata Giman bersikeras.
“Ya, sudah kita pergi aja dari sini. Disebelah timur sana mungkin lebih banyak sarang dibandingkan disini.”
Ngungggg! Nguung! Begitu pencari madu itu pergi dari tempat itu Rere, Fifi, Lolo dan yang lain segera berkumpul. Termasuk sang Ratu lebah.
“Aneh, ini benar-benar aneh. Kenapa para pencuri madu itu tidak melihat sarang kita,” kata Lolo heran.
“Tidak ada yang ane dimata Tuhan?”
“Ya, tadi aku berdoa kepada-Nya agar dijauhkan dari para pencuri madu itu, ternyata Tuhan telah mengabulkan doa kita,” terang Rere membuat teman-temannya mengangguk-angguk.
Mulai saat ini mereka berjanji akan selalu berdoa kepada Tuhan, agar mereka selalu diberi keselamatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top