Kado yang Tertunda

Cernak : Menik Sitoresmi

Adalah Satya, anak kelas I SD Unggulan kota Batik. Seorang yang pemikir tapi juga kolokan. Menyukai hal hal yang membutuhkan penjelasan secara pasti. Itulah mengapa dia akan merasa tidak puas sebelum suatu ilmu dikupas sampai tuntas! Yah… namanya juga anak anak, selalu ingin tahu terhadap banyak hal.
Pagi itu, dia berangkat sekolah seperti biasa. Pelajaran matematika sedang diterangkan guru. Kemudian, 10 soal harus dikerjakan masing masing anak di buku tugas sebelum akhirnya dikumpulkan lagi. Mungkin Satya sedang jenuh sehingga dia asyik bercerita dengan teman sebangkunya, tentang Dinosaurus, bahan obroklan kesukaannya. Wow… serunya!
Akhir waktu yang diberikan guru sudah selesai dan buku harus dikumpulkan di meja guru. Mau tahu hasilnya? Seharusnya Satya bisa mengerjakan semuanya dengan benar, apabila ia punya ilmu sempoa. Tapi entahlah… kali ini dia tidak selesai, sehingga tidak ada nilai 10 untuknya. Dibawah buku tugas ada tulisan dengan tinta merah dari sang guru: “Tadi Satya gojek di kelas!”
Sampai di rumah, “Lalu bagaimana dengan tepuk tenang itu mas?” Tanya mama dengan gemas.
“Hanya untuk dihafalkan saja ya… tidak perlu dilaksanakan?” timbal sang mama lagi. Satya hanya bisa diam karena merasa bersalah pada sang mama. Dia tahu kalau mama tidak suka dengan ulahnya, tapi mama tetap yakin bahwa dia bisa berbuat lebih baik lagi. Semenjak kejadian tersebut, dalam hati Satya berjanji untuk selalu bisa membuat mama bangga. Keyakinan mama akan sangat berarti bagi Satya untuk belajar bertanggung jawab.
Hari Ibu telah tiba. Tetapi Satya sedih karena belum bisa memberi kado yang berharga untuk mama, “Suatu hari nanti aku akan memberikan peringkat pertama di kelas sebagai kado untuk mama,” tekad Satya dalam hati. Untuk itu dia harus belajar keras mulai sekarang, supaya peringkat ke-3 bisa berubah menjai juara 1. Bukankah sang juara itu hanya ada satu, kan?
Begitulah, hari demi hari dia jalani seperti tekadnya. Main sepeda mini dikurangi porsinya, tidur siang adalah suatu hal yang wajib supaya badan tetap segar dan pikiran tidak capek ketika saatnya belajar sore hari tiba. Sepertinya sudah mulai terlihat kemauan yang kuat pada diri Satya untuk memperbaiki hasil belajarnya.
Akhir desember kemarin sudah mulai tes semester pertama. Satya semakin semangat untuk bisa membuktikan pada mama. Dia ingin memberi kado terbaik untuk mama.
Rasanya lega sekali setelah hampit dua pekan “berteman” dengan soal soal tes dari sekolah. Sekarang tiba waktunya untuk refreshing. “Waah… asyik nih bisa jalan jalan sore dengan sepeda miniku,” pikir Satya setelah hari terakhir test.
“Ma… nanti sore mas boleh main sepeda sepedaan ya?” tanyanya kepada mama.
“Boleh, tapi jangan kesorean lho..!” jawab mama sambil tersenyum.
Hari yang ditunggu tunggu telah tiba… Saatnya terima raport! Deg degan ketika pengumuman peringkat kelas dibacakan guru wali, dimulai dari peringkat ke-10. Siapa gerangan sang juara kali ini ya?!
“Bapak bapak, ibu ibu yang kami hormati, peringkat pertama kali ini jatuh pada seorang anak laki laki, bernamaaa… Satya! Silakan maju ke depan mas,” begitu guru wali mengumumkan juara kelasnya.
“Selamat ya Satya… akhir akhir ini kamu memang bertanggung jawab terhadap tugas tugas di sekolah. Semoga tetap bertahan ya?” nasihat sang guru.
Satya, dengan bangga maju ke depan kelas, sambil melihat sang mama dia berkata, “Ini sebagai kado untuk mama… Terima kasih atas keyakinan Mama selama ini, ya.”
Akhirnya kado untuk mama yang tertunda dapat dipersembahkannya dengan perjuangan yang sungguh sungguh. Alhamdulillah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top