MOTIFNYA SAMA

Kisah ini dialami Lady Cempluk, seorang mahasiswi di sebuah universitas di Solo, sewaktu kumpul-kumpul temu kangen dari grup WA teman-teman SMA. Acara tersebut diadakan di rumah Gendhuk Nicole, salah satu temannya.
Acara dimulai sore hari pukul 15.00 WIB. Siang hari, Cempluk sudah bersiap.“Wah, bakal ketemu konco-konco SMA ki, harus kelihatan kinclong,” batin Cempluk berdandan secantik mungkin. Pakai make-up, parfum dan baju favoritnya.
Ia sudah tak sabar ingin bertemu Jon Koplo, Tom Gembus, dan teman-teman lainnya yang konyol. Ia membayangkan, sebagian teman cewek sudah membawa anak.
Sampai rumah Nicole, Cempluk melihat sudah banyak kendaraan terparkir di halaman. Cempluk makin deg-degan. Ia segera masuk. “Lha, iki sing tak tunggu, mantanku, hehe,” sambut Jon Koplo begitu melihat Cempluk.
Suasana langsung cair karena candaan Koplo. Cempluk hanya senyam-senyum dengan candaan temannya yang paling usil tersebut.
“Sini lho, duduk,” kata Gendhuk Nicole memersilakan Cempluk.
Cempluk duduk berdampingan dengan teman-temannya yang lain. Saat duduk itulah, Cempluk merasa ada hal yang tak beres.
Ia melihat taplak meja di depannya yang merah bermotif plenok-plenok putih, sama persis dengan kain bajunya.
“Wadhuh, salah kostum iki,” batinnya salah tingkah.
Sialnya, semua teman-temannya juga duduk melingkar menghadapi meja dengan taplak meja merah bermotif plenok-plenok putih tersebut. “Lho, Nicole, dulu pas beli kain taplak meja janjian sama Cempluk
ya, kok bisa samaan gini sama bajunya, hahaha…” kata Koplo tiba-tiba dengan suara keras dan ekspresi wajah usilnya. Seketika ruangan jadi ramai oleh gelak tawa orang-orang. Cempluk makin ciut.
Al-Mahfud,
Padangan RT 002/RW 002, Winong, Pati 59181

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top