KEBABLASAN KOK TERUS

Menjelang liburan ke na-ikan kelas, semua orang biasanya umyeg dengan kegiatan. Tidak terkecuali Jon Koplo, guru swasta. Di tengah kesibukan, dia teringat harus mentransfer uang suvenir anak didik yang lulus. Setelah pulang sekolah, dia memacu motor antiknya menuju ATM center. Di depan ATM, tanpa melihat kiri kanan dimasukkan kartu yang dibawanya. Slup…tiba-tiba layar monitor berubah biru (bluescreen) seperti laptop yang rusak. Blaik…matanya nanar karena panik. Semua tombol dipencet berharap kartu ATM-nya keluar tapi hasilnya nihil. Dengan muka lesu plus hati kusut, dia keluar dari ruang ATM lalu pulang.
Sampai rumah, karena takut Jon Koplo tidak bercerita kepada istrinya, Lady Cempluk. Kebetulan hari itu dia berjanji mengantar istri dan anak ke tempat mertua. Huh….untung pikir Jon Koplo lega.
“Beb, besuk ke sekolah Tom Gembus lo, ingat,” kata Lady Cempluk.
“Iya,” jawab Jon Koplo sambil ngeloyor pergi.
Keesokan harinya Jon Koplo bangun. Rencananya dia mengurus kartu ATM yang hilang kemudian ke sekolah Tom Gembus. Semua pekerjaan rumah tangga seperti siram-siram tanaman, memberi makan bebek sampai nyuci piring dikerjakan dengan cepat. Sebelum mandi Jon Koplo membuat segelas kopi untuk isen-isen perut namun sayangnya lupa diminum.
Setelah siap, dia ngegas motor butut kebanggaannya. Sampai di perempatan, dia kaget. “Hla kok sirahku silir men? Helmku?” Ternyata dia lupa mengenakan helm. Untung dia belum lewat jalan raya. Dengan megap-megap dia balik mengambil helm.
Sesampai di rumah, Jon Koplo ingat kopi yang dibuatnya tadi. Srupuuut…ludeslah kopi segelas.
Buru-bu ru dia keluar dan mengunci pintu. Wooo…dasar Koplo. Ternyata tujuan utama pulang malah dilupakan. Dia malah belum mengambil helm. Terpaksa dia membuka pintu kembali, mengambil helm lalu ngacir.
Tujuan pertamanya bank. Dia menemui Genduk Nicole, pegawai customer service yang berwajah aduhai.
“Silakan Bapak ada yang bisa dibantu?”tanya Genduk Nicole.
“Begini, Mbak. Kartu
ATM saya ketelan di SPBU Kebonarum,” kata Koplo dengan semangat ke arah wajah Nicole.
Genduk Nicole hanya manggut-manggut melihat tingkah customer lucu. Kemudian dia meminta Jon Koplo mengisi formulir dan menandatangani untuk dibuatkan kartu ATM baru.
“Biaya administrasi Rp25.000 nggih, Pak?” kata Genduk Nicole sambil tersenyum.
“Ooo…siap, Mbak,” jawab Jon Koplo klepek-klepek. Segera ebyek dengan komputernya untuk pendataan, Nicole menyerahkan berkas ke bagian teller.
“Bapak menunggu di teller nggih,” ujar Nicole dengan sopan.
“Siap!” balas Jon Koplo sambil beranjak.
Tidak berapa lama, teller memanggil Jon Koplo untuk menerima kartu ATM baru. Saking gembira, dia langsung keluar. Buku dan kartu ATM dimasukkan ke bawah jok motor.
“Lo…masya Allah. Uang kem balian belum dikasih,” omel Jon Koplo. Dengan mecu cu dia masuk lagi menemui Genduk Nicole. Hati nya langsung lumer meli hat senyum Nicole yang me nyerahkan uang dengan ramah.
Perjalanan pun dilanjut menuju sekolah Tom Gembus. Banyaknya pengendara men jadikan Jon Koplo tak fokus. Sekolah Gembus dia lewati. Sampai akhirnya dia ter sadar. “Eiiit…kebablasen,” seru Jon Koplo.
Untung kebablasannya be-lum jauh. Sambil tersenyum geli plus mangkel, dia masuk ke sekolah Tom Gembus. ”Kebablasen kok terus-terusan. Piye ta Plo….Plo,” katanya dalam hati.

Walimin
SDI PK Muhammadiyah Delanggu Klaten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top