SAYUR UNTUK DINDA

Cernak: Umu Fatimiah

Dinda, ayo makan sayurnya!” perintah Ibu. “Enggak mau. Dinda enggak suka,” jawab Dinda. Hampir setiap kali ibu memasak sayuran, pasti tak pernah Dinda makan. Ibu sering cemas. Padahal sudah berkali-kali ibu menyampaikan kepada Dinda tentang pentingnya makan buah dan sayur.
***
Suatu hari, ibu mendapat kiriman paket. Dinda sangat penasaran dengan isi paket tersebut. Dinda segera meminta ibu untuk membuka paketnya.
“Apa itu Bu?” tanya Dinda setelah melihat isi paket berupa sekantong plastik biji-bijian.
“Ini bibit kangkung Nak. Kiriman dari Paman Agus di desa. Kata paman, kualitas bibit kangkungnya bagus dan barangkali ibu ingin menanam di rumah.”
“Memangnya bagaimana cara menanam kangkung?” tanya Dinda penasaran.
“Kalau Dinda ingin tahu caranya, nanti hari Minggu bantuin Ibu menanam kangkung ya!” ajak Ibu. “Horeee, iya Bu,” ucap Dinda antusias.
***
Hari Minggu adalah hari yang dinanti-nanti oleh Dinda. Ia sudah tidak sabar ingin diajari caranya menanam kangkung. “Nah Dinda, ayo sini bantuin Ibu.” “Iya Bu.”
Ibu menyiapkan biji kangkung yang sudah terlebih dahulu direndam semalaman untuk mengetahui kualitas biji yang masih bagus dan tidak. Karena tidak memiliki halaman yang luas, hari itu ibu sudah berencana menanam kangkung dengan cara hidroponik dan penanaman biji secara langsung pada media sekam bakarlangsung pada media sekam bakar..
Untuk penanaman Untuk penanaman kangkung dengankangkung dengan media sekam bakar, ibu hanya menyiapkan beberapa pot yang diisi batu kecil di bagian bawah dan sekam bakar di bagian atasnya. Dinda membantu ibu memasukkan batu kecil dan sekam bakar pada beberapa pot, kemudian diletakkannya beberapa biji di atas sekam bakar dengan jarak tertentu dan mengubur biji-bijian dengan sisa sekam bakar. Untuk media hidroponik, ibu telah menmenyiapkyiapkan baskan baskom plastikom plastik berbentuk berbentuk kkotakotak dan kdan keerranjang plastikanjang plastik berbentukberbentuk kotak pula. Keranjang plastik yang berbentuk kotak itu diletakkan di atas baskom, kemudian mengisinya dengan air hingga air menyentuh dasar keranjang. Tak lupa ibu menambahkan nutrisi tanaman pada air tersebut, kemudian meletakkan kain kasa pada dasar keranjang agar biji kangkung tidak lolos dari keranjang.
“Dinda, bantu Ibu menebarkan biji di atas keranjang ya!” seru Ibu. “Iya Bu,” jawab Dinda.
Dinda menebarkan biji pada keranjang dengan sedikit memberi jarak agar biji-biji yang ditebarkan itu tidak menumpuk. Air yang berada di baskom tidak boleh merendam biji kangkung, cukup membasahi bagian bawahnya saja.
“Nah Dinda untuk dua hari pertama ini, simpan rendaman biji kangkungnya di belakang rumah supaya tidak terkena sinar matahari secara langsung. Nanti kalau sudah hari ke tiga biasanya sudah mulai berkecambah dan tugas Dinda memindahkan tanamannya ke meja yang ada di halaman depan yang sudah ibu siapkan. Dinda juga nanti bantu ibu untuk mengecek air di baskom ya! Jika sekiranya sudah kotor, ganti airnya dengan air baru yang sudah diberi nutrisi dengan takaran yang sama seperti yang sudah ibu contohkan tadi,” ucap ibu.
“Siap Bu,” jawab Dinda dengan antusias. Hari itu Dinda sudah banyak belajar tentang cara menanam kangkung. Dinda sangat senang. Menurut Dinda, ternyata menanam kangkung itu tidak sesulit bayangannya. Dengan menanam kangkung, Dinda juga belajar bertanggung jawab terhadap apa yang sudah ditanamnya. Dinda mengikuti perintah ibu untuk mengecek air dan menggantinya jika air dalam baskom sudah kotor. Tak lupa Dinda menyiram kangkung yang sudah ditanamnya dengan media sekam bakar.
Dinda melihat perkembangan tanaman kangkungnya setiap hari. Kangkungnya tumbuh dengan subur. Dinda sangat senang sekali melihat tanamannya dapat tumbuh dengan baik.
***
Siang itu Dinda pulang dari sekolah dengan badan yang penuh keringat karena cuaca yang cukup panas. Dinda tampak kelelahan setelah tadi pulang sambil berlari berkejaran dengan temannya.
“Dinda kelihatannya lelah. Ibu bikin es krim nih. Dinda mau?,” tanya ibu pada Dinda.
“Waaaah, mau mau,” jawab Dinda dengan antusias.
Tanpa menunggu lama, Dinda segera mengambil es krim yang sudah disiapkan ibu dan menghabiskannya.
“Es krimnya enak sekali Bu. Pas banget Dinda lagi pengin yang seger-seger.
Ibu tampak senang karena Dinda menyukai es krim buatannya.
“Syukurlah kalau Dinda suka. Tahu enggak es Krim apa yang Dinda makan tadi?”
“Enggak tahu Bu. Tapi es krimnya enak, manis. Dinda suka.”
“Es krim itu dibuat dari kangkung lo,” lanjut ibu.
“Masa sih Bu? Ko rasanya enak. Biasanya sayuran kan rasanya enggak enak.”
“Nah, enak kan? Makanya jangan cuma sekali aja nyobain makan sayur. Jangan menganggap semua sayuran itu rasanya tidak enak.” “Iya Bu, Dinda salah.” “Ibu tadi sudah masakin sayur kangkung lo. Nanti Dinda cobain ya. Itu kangkung yang sudah Dinda tanam beberapa pekan yang lalu. Tadi kangkungnya Ibu panen.” “Waaah, sudah bisa dipanen ya Bu. Oke Bu, nanti Dinda cobain sayur kangkungnya.”
Sejak saat itu, Dinda jadi suka makan sayur dan membantu ibu menanam sayuran. Ternyata menanam sayuran itu menyenangkan dan tidak semua sayuran itu rasanya tidak enak.

Umu Fatimiah
Guru di SDIT Harapan Umat, Brebes.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top