TRAGEDI BOCAH KEMAKI

Jon Koplo punya adik cantik bernama Lady Cempluk. Sejak kecil keduanya kerap dibelikan barang dalam bentuk dan warna yang sama.
Maklum, meskipun umur terpaut tiga tahun mereka sering berantem gara-gara iri satu sama lain. Nah, gara-gara punya barang yang sama itu Jon Koplo menuai malu.
Ceritanya pagi itu Koplo bangun kesiangan. Karena takut terlambat pelajar salah satu SMA di Solo itu tidak sarapan. Ia langsung menyambar tas sekolah yang tergeletak di meja.
Sesampainya di sekolahan, satpam Tom Gembus yang hendak menutup gerbang dikejutkan dengan kemunculan Koplo. Koplo masuk ke halaman dengan ugal-ugalan. “Woii…bocah semprul,” umpat Gembus mangkel.
Di sekolah Koplo ada rutinitas penggeledahan tas tiap hari Senin. Koplo terkenal anak bandel dan sering ketahuan membawa barang rumah di kelas.
Genduk Nicole, bu guru galak sudah berdiri tegap di depan kelas. Tapi Koplo tidak takut. Ia merasa bersih. Dengan mantap ia menyerahkan tas birunya kepada Nicole. “Buka saja,
Bu. Gak ada apa-apa,” batin Koplo sembari tidak berhenti tersenyum.
“Lhooh Plo, iki apa? Kok enek bedak, lipstik, karo boneka Barbie neng tasmu,” teriak Bu Nicole yang membuat gempar kelas.
Kelas pun seketika berubah gaduh. Koplo berdiri gemetar saking malunya. Ia seperti kehabisan darah. Bu Nicole mengeluarkan semua barang-barang itu dan teman-teman sekelas mendekat ingin melihat barang yang dibawa Koplo.
“Waduh. Tas kula ketuker kaleh tase adek kula bu,” Koplo sambil menggaruk kepala dan malu.
Wajah malu Koplo disambut gelak tawa sekelas dan bu guru hanya geleng-geleng menahan ketawa.
Khairul Anam
Semanggi RT 05 RW 16 Pasar Kliwon, Surakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top