LUPA TOMBOL KIRIM

Jon Koplo, mahasiswa di salah satu perguruan tinggi Islam di Kebumen, mendapatkan pesan Whatsapp dari Tom Gembus, teman semasa SMA. Gembus mengajak Koplo buka puasa bersama angkatan mereka. Koplo pun antusias.
Koplo teringat Lady Cempluk yang cantik, punya lesung pipi, dan baik hati, karena sering membantunya mengajari menjawab soal Matematika.
Selain itu, ada Gendhuk Nicole yang tinggi, putih, dan matanya sipit. Koplo paling ingat Nicole mau membantunya menambah kecepatan berlari karena menjadi bahan olok-olokan tidak bisa lari cepat.
Koplo sudah lama menjomblo. Terakhir ia berpacaran di semester III. Sampai di semester VI, ia belum punya pacar lagi. Ia ingin sekali mendekati Cempluk atau Nicole yang baik. Dalam pikiran Koplo, sekarang mereka pasti tambah cantik.
Koplo pun mengetik jawaban. Ia mau ikut buka bersama. Selesai menjawab, ia menunggu balasan Gembus. Ia belum tahu kapan dan di mana buka puasa bersama akan diadakan. Sambil menunggu jawaban,
ia menggarap pekerjaan rumah. Setelah pekerjaan rumah rampung, ia belum mendapat balasan. Tidak ada notifi kasi pesan masuk. Koplo melanjutkannya dengan pergi ke pasar dadakan membeli takjil.
Ternyata sampai waktu berbuka puasa, Koplo belum mendapat balasan. Ia yang penasaran dan sedikit kesal kepada Gembus, kemudian membuka teks percakapan sebelumnya. Ia pun kaget karena pesannya belum dikirim.
“Kemplu, aku lupa pencet tombol kirim,” batin Koplo dalam hati.
Kemudian Koplo menekan tombol kirim. Beberapa menit kemudian, ia mendapat balasan.
“Kenapa kau tidak datang Koplo? Bukbernya diadakan sore ini,” tulis Gembus.
“Waduh, gagal deh punya pacar lagi!” seru Koplo sedih.
Pengirim: Umi Salamah Dukuh Ganggeng, Desa Tanjungrejo RT 006/RW 003, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top