MOTOR SEWAAN

Jon Koplo mengajak Lady Cempluk, istrinya, untuk mengikuti kopi darat (kopdar) sebuah komunitas daring. Kopdar dilaksanakan di Kota Malang pada akhir Juni lalu. Keduanya naik kereta api dari Stasiun Solo Jebres ke Stasiun Malang. Sebelum berangkat, Koplo sudah order sewa motor untuk transportasi selama di Malang. Begitu sampai di Kota Bumi Arema itu, keduanya menuju garasi persewaan motor yang tidak jauh dari stasiun.
Tidak berapa lama kemudian, Jon Koplo dan Lady Cempluk berboncengan dengan motor matik sewaan menuju tempat kopdar. Acara berlangsung meriah dari pagi sampai siang hari. Setelah pukul 12.00 WIB, acara selesai, Jon Koplo dan Lady Cempluk berniat menghabiskan waktu sampai sore dengan berkeliling Kota Malang.
Jon Koplo menuju tempat parkir sepeda motor. Koplo hanya mengingat motor yang ia sewa dari stiker logo jasa layanan sewa motor yang menempel di slebor belakang motor matik tersebut. Begitu melihat motor berstiker itu, ia lekas naik ke jok motor dan memasukkan kunci kontak tapi kesulitan. “Kok kontaknya enggak bisa masuk?” demikian Koplo membatin.
Saat itulah datang seorang lelaki, sebut saja Tom Gembus, yang langsung menegurnya,
“Sedang apa, Mas?”
“Oh, ini kuncinya kok enggak bisa ya, Mas?” kata Koplo sambil nyengir sungkan.
“Itu motor saya lo, Mas,” kata Gembus mengejutkan Koplo.
Blaik, rupanya Jon Koplo salah menaiki motor. Bersamaan itu, Lady Cempluk memanggilnya.
“Mas, ini motor kita,” sambil menepuk jok matik tak jauh dari motor yang dinaiki Koplo. “Oh, saya salah motor, Mas. Maaf, soalnya motor sewaan, cuma lihat stiker di slebor tadi,” kata Koplo sambil turun dari motor. Gembus tersenyum. “Saya juga sewa motor ini, kok, Mas. Ternyata kita sewanya di tempat yang sama.” “Maaf, ya, Mas,” kata Koplo menahan malu lalu mendekati istrinya. “Enggak apa-apa, Mas,” jawab Gembus sambil menahan diri tidak menertawakan Koplo yang sudah turun dari motor sewaannya. “Mas Koplo gimana, sih? Kan warna motornya beda, bisa-bisanya salah motor,” kata Cempluk. “Aku cuma lihat stikernya tadi,” kata Koplo sambil nyengir.

Wakhid Syamsudin, Sidowayah Ngereco, Weru, Sukoharjo 57562

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top