RUMAH BARU MOLLY

Ede Tea

Namanya Molly. Ia hanyalah seekor kucing kampung yang hidup di jalanan. Setiap hari ia mencari makan di tempat sampah dan tidur di emper pertokoan. Ia terkadang juga harus berebut makanan dengan kucing yang lain.
Tetapi, meskipun Molly hanya seekor kucing, ia tidak pernah mengeluh. Ia tetap menjalani hari-harinya dengan penuh semangat. Dan ia yakin suatu saat nanti akan mendapatkan tempat tinggal yang nyaman.
Seperti siang itu, Molly tidak sengaja bertemu dengan teman lamanya di depan sebuah restoran. Ia pun menegur sapa karena sudah lama sekali mereka tidak bertemu.
“Hai, Milky! Kamu apa kabar?” tanya Molly senang.
“Maaf, kamu siapa, ya?” jawab Milky ketus.
“Aku Moly teman lamamu. Apakah kamu tidak ingat?”
“Tidak!” sahut Milky singkat.
“Kenapa kamu sombong sekali, padahal dulu kita sering mencari makan dan tidur bersama di jalan. Apakah kamu sudah lupa?”
“Iya, tentu saja aku sudah lupa. Sekarang aku sudah hidup enak. Aku dirawat oleh majikanku yang baik dan kaya. Aku bukan lagi Milky temanmu yang dulu. Sana pergi, jangan ganggu aku!”
Akhirnya Molly pergi dengan keadaan bersedih. Ia tidak menyangka jika Milky teman lamanya berkata seperti itu. ”Apakah karena aku kucing kampung yang tidak terurus?” kata Molly dalam hati.
Molly begitu sangat sedih dengan sikap Milky yang tidak mengakui dirinya sebagai seorang teman. Padahal, dulu Milky pernah berjanji tidak akan melupakannya. Molly jadi teringat saat Milky harus pergi dibawa seorang wanita paruh baya yang kini menjadi majikannya. Ketika itu, Molly dan Milky sedang mencari makanan di emperan toko, namun mereka tak kunjung menemukan makanan.
Akhirnya Milky yang sudah sangat kelaparan masuk ke sebuah restoran dan mengambil ikan dari meja wanita itu. Sayangnya, rencana Milky tidak berjalan lancar. Ia kepergok oleh seorang pelayan restoran di sana. Milky pun ditangkap dan hendak dibuang. Tapi, wanita paruh baya itu justru mengajak Milky untuk duduk di meja makannya. Milky pun diberi banyak ikan enak.
Setelah itu, Milky diajak masuk ke dalam mobil mewah. Lalu pergi meninggalkan restoran itu. Namun, sebelum hendak pergi Milky sempat memanggil Molly.
“Aku akan kembali Molly, aku tidak akan melupakanmu…,” kata Milky sebelum mobil majikan barunya itu melesat dengan cepat.
Namun, kini Milky sudah mengingkari janjinya. Ia tidak lagi mau menganggap Molly sebagai temannya. Molly menjadi sangat sedih. Padahal Molly sudah menganggap Milky seperti saudaranya sendiri.
Saat dalam keadaan bersedih itu, tetiba Molly yang sedang berjalan sendiri mendengar suara kucing yang sedang meminta tolong. Ia pun menoleh dan mencari sumber suara itu. Ia terus berlari dan terus mencarinya. Hingga ia melihat seekor kucing yang terjebak di dalam selokan yang kotor. Ia pun menghampiri kucing itu dan terkejut ketika melihat wajahnya.
“Milky?” ucap Molly kaget.
Molly tidak tahu harus segera berbuat apa. Ia masih sedih dengan sikap Milky yang tidak mengakui dirinya sebagai teman. Tetapi Molly merasa kasihan melihat Milky. Ia pun membuang rasa sedih dan kecewa sebab Milky pernah menjadi teman terbaiknya.
Molly pun mengambil sebuah kayu dan mengulurkanya kepada Milky. Milky menggigit ujung kayu itu dan Moly menariknya hingga keluar dari selokan. Setelah Milky sampai di atas,
ia segera memeluk Molly sambil meminta maaf. Milky menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Molly segera memaafkan Milky dan melupakan semua kejadian kemarin.
Tak berapa lama, majikan Milky datang dengan wajah yang panik. Ia telah mencari Milky ke mana-mana. Milky pun berlari dan memeluk tubuh majikannya. Setelah itu, Milky menggigit ujung baju majikannya menuntun ke arah Molly. Majikannya itu seakanseakan mengerti bahwmengerti bahwa Mollya Molly-lah y-lah yangang telah menyelamatkan Milky.
Akhirnya, majikan Milky itu pun mengajak Molly ke rumahnya. Kini Molly dan Milky kembali hidup bersama. Molly sangat senang karena akhirnya ia mendapat rumah baru. Apalagi ia bisa kembali pada teman baiknya Milky.
”Milky, terima kasih karena sudah memberikan aku tempat yang baru,” gumam Molly sambil melihat arah Milky yang sedang gembira bermain bersama majikannya saat itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top