KELIRU MEMBONCENG

Beberapa hari lalu, Lady Cempluk, warga pinggiran Kota Jogja, pergi bersama adiknya, Gendhuk Nicole, membeli sarapan. Keduanya berboncengan sepeda motor. Sampai di warung makan langganan, Gendhuk Nicole memarkir sepeda motor. Sementara Lady Cempluk turun membeli sarapan. Seusai membeli sarapan, Lady Cempluk berjalan ke tempat Gendhuk Nicole memarkir sepeda motor. Saat berjalan, tiba-tiba ponsel Lady Cempluk berbunyi. Rupanya ada pesan Whatsapp (WA) yang masuk. Tetap sambil berjalan, Lady Cempluk sibuk membalas pesan WA itu.
Sesampai di tempat parkir, Lady Cempluk yang asyik main WA langsung nyengklak, naik begitu saja sepeda motor di situ. “Ayo jalan,” kata Lady Cempluk sambil terus asyik menulis pesan WA. Matanya tetap tertuju pada layar ponsel. Sepeda motor pun melaju.
Tapi mendadak Lady Cempluk mendengar namanya dipanggil dari kejauhan. “Mbak Cempluk!”
Spontan ia menengok ke belakang. Dilihatnya Gendhuk Nicole naik sepeda motor mengejar sepeda motor yang diboncengi Lady Cempluk.
Lhadalah, ternyata yang diboncengi bukan sepeda motor Gendhuk Nicole, namun Tom Gembus.
Lady Cempluk kaget lalu meminta berhenti. Dia langsung turun dari sepeda motor. “Maaf.. maaf keliru membonceng,” kata Lady Cempluk kepada Tom Gembus.
Tom Gembus juga kaget. Ternyata dia keliru memboncengkan orang. “Lo saya kira tadi istri saya,” sahut Tom Gembus sambil memutar balik sepeda motor, kembali ke tempat parkir semula.
Lady Cempluk hanya melongo melihatnya. Begitu sepeda motor Gendhuk Nicole mendekat, Lady Cempluk bergegas naik.
Ternyata, pada saat itu Tom Gembus tengah menunggu istrinya. Dia tidak tahu yang nyengklak itu Lady Cempluk, bukan istrinya.

Heru Prasetyo, Pringgokusuman GT II/ 537 A RT 024/RW 006 Jogja 55272

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top