ANTRE SEMBAKO

Entah kapan kebiasaan ini dimulai, menjelang Lebaran biasanya banyak digelar pasar murah sembako. Baik yang mengadakan pemerintah maupun masyarakat. Demikian juga di Kota Bengawan ini, pemerintah mengadakan pasar murah di beberapa lokasi. Kisah ini dialami salah satu pejabat papan atas di Solo. Sifatnya yang merakyat membuat masyarakat merasa dekat dan tidak segan kepadanya meskipun tetap menghormatinya.
Jon Koplo, sebut saja begitu, siang itu mendatangi tempat pasar murah sembako di kawasan Pasar Legi. Koplo melarang anak buahnya mencegah warga yang mendekati dia, entah untuk selfie atau sekadar menyapa.
Namun, kisah kali ini sungguh unik. Koplo sedang berjalan melihat-lihat kegiatan itu. Dia berlalu lalang di antara ibu-ibu yang antre memegang uang untuk membeli paket sembako murah. Tiba-tiba Koplo yang berbaju batik dipanggil oleh seorang ibu yang tengah antre, sebut saja namanya Gendhuk Nicole. ”Mas, Mas.”
Koplo pun menghampiri yang memanggil. Nicole langsung minta tolong. ”Mas, saya tolong ambil kan kursi, saya tidak kuat ber diri lama. Lalu tolong belikan pa ket sembako ya Mas, ini uang-nya,” kata Gendhuk Nicole sera-ya memberikan sejumlah uang.
”Oh iya Bu,” sahut Koplo sambil menerima uangnya. Koplo mencarikan kursi kemudian ikut antre membeli sembako. Sementara anak buah Koplo dan para wartawan cuma bisa melihat dari jauh dan menahan tawa. ”Oalah Nicole… Nicole…. Kalau tahu siapa yang dimintai tolong pasti akan merasa malu. Untungnya Koplo tetap melayani permintaan itu sehingga Gendhuk Nicole tidak tahu yang disuruhnya adalah yang dipilihnya saat pemilu lalu.

Pengirim: Nuri Aryati, Pucangan, Kartasura, Sukoharjo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top