LALEN KOK DIPELIHARA

Refleks adalah suatu gerak yang tidak disadari. Hampir semua orang pernah mengalami, tak terkecuali Jon Koplo yang tinggal di Colomadu, Karanganyar ini. Ceritanya, Beberapa pekan lalu saat mendengar bunyi alarm dari kWh meter yang menandakan harus beli token listrik prabayar. Koplo paham pulsa segera habis.
“Dik, aku beli pulsa dulu, ya,” ucap Koplo kepada istrinya, Cempluk.
“Oya, tolong belikan sabun, odol, sekalian, Mas,“ sahut Cempluk.
Koplo menuju minimarket dekat desanya. Setelah sampai, ia masuk dan mencari barang titipan istrinya. Beberapa saat kemudian ia menuju kasir, sebut saja Genduk Nicole.
“Pulsa 100, Mbak,” ucap Koplo sembari menyerahkan nomor meteran.
Nicole dengan cekatan mengetik di komputer, lalu memastikan, “Atas nama Jon Koplo ya, Mas?” Koplo mengiyakan.
“Ini Mas, struk pembelian pulsa listriknya. Rp102.000,” ujar Nicole.
Tak lama kemudian Nicole memberikan struk pembelian barang. Proses pembayaran pun rampung, Koplo pulang.
Sampai rumah, ia menyerahkan barang titipan kepada istrinya. Saat itu juga, Koplo malah grayak grayak kantong baju dan celananya.
“Ada apa, Mas?” tanya Cempluk heran.
“Struk listrik. Kok enggak ada ya?” Koplo masih kebingungan.
Cempluk meminta untuk mengingat kembali, barangkali ketinggalan di minimarket.
“Waduh,” ucap Koplo dengan menepuk jidatnya sendiri.
Ternyata dua struk pembelian dibuangnya ke tempat sampah. Koplo mengira itu hanya struk biasa yang tidak berfaedah. Dengan tergesa-gesa Koplo kembali. Melalui lampu handphone, Koplo berhasil menemukan struk yang dimaksud di dalam tong sampah. Sesampai Koplo tiba di rumah, istrinya geleng-geleng kepala.
“Oalah, Mas. Lalen [lupa] kok dipelihara,” sindir Cempluk.
“Maklum, Dik, gerak refleks,” Koplo membela sambil cengar-cengir malu.
Pengirim: Bisri Nuryadi
bisrinuryadi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top