KADO YANG KEMBALI

Lady Cempluk dan Genduk Nicole bersahabat sejak SD. Persahabatan mereka termasuk awet dan akur karena selalu terjaga sampai keduanya dewasa. Bekerja di tempat yang sama, merangkai impian masa depan bersama, bahkan merencanakan pernikahan bersama.
Untungnya, mereka tidak menikah dengan orang yang sama.
Kebetulan Cempluk dan Nicole menikah pada bulan yang sama. Keduanya juga bersepakat saling membersamai sampai semua acara pernikahan masingmasing selesai. Cempluk menikah satu pekan lebih awal daripada Nicole. Cempluk menikah dengan Jon Koplo yang orangnya sederhana dan enggak mau ribet. Seperti yang telah dijanjikan, Nicole dan Tom Gembus calon suaminya turut membantu acara pernikahan Cempluk sampai selesai.
Nicole yang sifatnya sangat telaten dan melankolis menyiapkan kado istimewa untuk pernikahan sohib tercintanya itu. Ia membeli cangkir set keramik yang cantik.
Sayangnya, Cempluk belum sempat memperhatikan kado dari Nicole. Begitu resepsi selesai, dia wira-wiri mempersiapkan pernikahan Nicole dan Gembus.
Hari pernikahan Gendhuk tinggal satu hari lagi, sedangkan Cempluk belum menyiapkan kado. Cempluk meminta bantuan Koplo membeli kado.
“Mas, aku belum membeli kado untuk Nicole. Apa njenengan bisa membantuku beli kado?” kata Cempluk manja dari telepon seluler kepada suaminya yang tengah di luar rumah.
“Iya, Dik. Jangan khawatir, serahkan saja kepada suamimu ini,” jawab Koplo.
Koplo sebenarnya bingung harus membeli apa. Karena enggak mau ribet dan ingin mengurangi jumlah kado pernikahan yang sudah enggak muat di dalam lemari, ia memutuskan memilih salah satu kado pernikahannya untuk Gendhuk Nicole. Ia melihat sebuah kotak kardus isi cangkir set keramik yang cantik. Tanpa membuka kardusnya, langsung saja ia bungkus dengan kertas kado. Koplo pikir istrinya pasti tidak keberatan memberikan tea set cantik itu untuk sahabatnya.
Tibalah hari di mana pernikahan Nicole dan Gembus tiba. Serangkaian acara telah selesai. Kebiasaan keluarga Nicole, pembukaan kado pernikahan dilakukan malam harinya bersama sahabat dan kerabat dekat. Kado demi kado dibuka. Sampai saatnya kado spesial dari Cempluk dibuka. Secara khusus Nicole yang akan membukanya.
Setelah kertas kado dibuka, Nicole kaget karena kado dari Cempluk ternyata sama dengan kado yang ia berikan pada hari pernikahan pekan minggu lalu. Lebih kaget lagi saat membaca kartu ucapan di dalam kardus yang menyampaikan selamat untuk pernikahan Cempluk dan Koplo. Di pojok kanan bawah tertulis nama, “Gendhuk Nicole”.
Seperti kado-kado sebelumnya, ucapan selamat itu dibacakan dengan suara keras di hadapan semua sahabat dan kerabat. Cempluk dan Koplo pasti kaget. Dengan keheranan, Cempluk melihat Koplo sambil njiwit paha suaminya itu. Tamu-tamu yang lain pada cekikikan menyadari Cempluk memberikan kado pernikahannya kepada Nicole. Celakanya ternyata kado itu adalah pemberian dari Nicole.
“Bali gondok, hahaha,” sambil ngakak Nicole menyadari kado yang ia beli kembali ke tangannya.
Tawa renyah pun mewarnai malam pembukaan kado itu. Penat dan lelah setelah rangkaian acara seharian justru terhapus karena kejadian konyol yang diciptakan Koplo, suami Cempluk. Cempluk dan Koplo ikut tertawa sambil menahan malu.
Akhirnya Cempluk membawa kadonya pulang kembali. Ia minta maaf dan berjanji membeli kado yang lain di kemudian hari untuk Nicole. Di jalan Cempluk masih menggerutu kepada Koplo sambil njiwat njiwit sekenanya.
Pengirim: Siti Rohmani snow.angel19@rocketmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top