Kena Prank Saat Mokmen

Semenjak dipasangnya kamera CCTV di perempatan rambu-rambu lalu lintas, akhir-akhir ini sering terjadi razia di daerah Sukoharjo kota. Seperti yang dialami Cempluk beberapa waktu lalu. “Selamat siang mbak, boleh lihat surat-suratnya SIM dan STNK?” ujar Tom Gembus, pak polisi yang merazia.
“Ow ya Pak, ini,” ujar Lady Cempluk.
“Ini Mbaknya telat bayar pajak ya,” ujar Gembus.
“Ndak itu Pak, sudah bayar kok,” ujar Cempluk. “Ya sudah, dicek di sana dulu,” kata Gembus.
“Njih Pak.” Akhirnya Cempluk menuju mobil pajak keliling untuk dicek apakah sudah bayar pajak atau belum. Cempluk langsung menemui petugas pajak Genduk Nicole dan Jon Koplo. Jon Koplo meneliti lalu mengatakan, “Maaf atas nama Mbak Cempluk ini telat bayar pajak jumlahnya 195.000 itu.”
“Lo setahu saya motor itu sudah dipajaki niku Mas,” ujar Cempluk ngeyel.
“Hla itu buktinya Mbaknya belum bayar pajak sudah telat enam bulan, kalau sampean bayar sekarang ndak kena tilang, bayar sekarang apa besok?” imbuh Nicole menimpali.
“Ya saya lihat dompet dulu njih Buk. Ini uangnya kurang itu Bum saya ambil di ATM sebelah sana dulu njih,” ujar Cempluk dengan wajah tegang.
Ternyata ATM mengalami gangguan. Cempluk pun bingung dan panik. Akhirnya dia kembali ke tempat tadi, ternyata Nicole sudah tak ada, tinggal Koplo.
“Ini dengan Mbak Cempluk? Mbaknya ternyata sudah bayar pajak, soalnya tadi notifnya belum diganti dan tadi baru saya lihat STNK-nya saja, belum sempat dicek ke computer,” ujar Koplo.
“Ya mas makasih,” ujar Cempluk. Dalam hati, Cempluk mengatakan dasar Bambang kalau mau ngeprank lihat-lihat sikon dulu dong.

Pengirim:
Desi Agung Handayani Sukoharjo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top