Sayur Rasa Jempol Kaki

Salah satu kearifan lokal hidup di desa adalah tradisi gotong royong yang masih dipegang teguh. Setiap ada warga punya hajatan, tetangga kiri kanan tanpa terkecuali turun tangan.
Dan Mbah Lady Cempluk termasuk di dalamnya. Kendati berusia senja, untuk urusan rewangan mantu ia tak mau absen. Sebetulnya dia tidak disuruh rewang karena sudah tua. Mbah Cempluk diminta duduk manis saja sambil minum teh.
Akan tetapi Mbak Cempluk memilih wira-wiri di dapur. Sebagai senior, dia mengecek pekerjaan ibu-ibu muda
dan mencicipi masakan. Dia juga mengomentari rasanya seperti dalam acara idol di stasiun televisi. Namun hari itu menjadi hari apes bagi Mbah Cempluk. Ceritanya, Genduk Nicole menurunkan wajan berisi jangan lombok dari kompor lalu diletakkan di lantai. Kompornya akan digunakan memasak yang lain.
Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, Mbah Cempluk yang masih mondar-mandir di dapur terpeleset. Kakinya masuk ke wajan.
Untungnya sayur itu sudah tidak terlalu panas sehingga kaki Mbah Cempluk tidak melepuh. Tapi apa boleh buat, terpaksa sayur lomboknya dibuang. Masak sayur lombok rasa jempol kaki berikut jari-jari lainnya? Oalah Mbaaaah.

Pengirim:
Djuhanawati Pengkol, Nguter, Sukoharjo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top