Transfer Nyasar

Lady Cempluk menemui Jon Koplo untuk meminjam nomor rekening miliknya. Honor penulisan dari media X akan ditransfer. Jon Koplo memberikan buku tabungan miliknya untuk di fotokopi terlebih dahulu.Tak lama kemudian Lady Cempluk kembali dan mengembalikan buku tabungan itu. Ia takut buku tabungan tersebut hilang. “Kapan transfernya?”tanya Jon Koplo.
“Tulisanku dimuat Mei. Dua bulan lagi berarti Agustus honor itu ditransfer,” jawab Cempluk.
“Lama banget.”
Ya, media berbeda-beda dalam mengirim honor penulisya. Kadang cepat, kadang juga lambat. Penulis maunya sekali dimuat sekaligus terima honor hehehe.
Tak henti-hentinya Lady Cempluk memandang majalah yang memuat hasil karyanya sambil senyum-senyum sendiri. Ada perasaan bangga dan bahagia namanya tertampang dan dibaca banyak orang. Genduk Nicole mendekat, merebut majalah tersebut.
“Wah!Lumayan gol lagi. Kamu pinjam rekening siapa?”
“Jon Koplo.”
Gendhuk Nicole menakut-nakuti nanti uangnya dimakan Jon Koplo. Namun, Lady Cempluk percaya bahwa Koplo tidak mungkin berbuat seperti itu apalagi mereka masih bersaudara.
Nicole bercerita Jon Koplo baru saja beli HP baru, mungkin saja dari uang transferan. Namun Lady Cempluk menyangkal honornya masih dua bulan lagi. Jon Koplo membeli HP baru pasti dengan uang simpanan, apalagi saat ini ia sering lembur, pulang malam sehingga uangnya banyak.
Tibalah Agustus, Cempluk menanyakan transferan itu. Menurut Jon Koplo, tak ada transferan apa pun bulan ini. Cempluk percaya tapi bukankah ini sudah dua bulan? Daripada penasaran, langsung saja Cempluk menanyakan kepada Mbak Ratna, petugas yang menangani keuangan media tersebut. Dia bilang sudah mentransfer Mei lalu. Hah! Bukankah tulisan itu dimuat pada Mei, berarti langsung ditransfer honornya. Mbak Ratna mengirim bukti transferan tersebut.
Akhirnya Lady Cempluk bertanya kepada Jon Koplo tentang transferan pada Mei. Koplo bilang ada transferan nyasar di rekeningnya Mei dan tak tahu dari siapa.
“Mana uang itu?”pinta Lady Cempluk.
“Kubelikan HP baru,”sambil menunjukkan HP-nya.
”Kukira ada orang baik hati mentransfer uang ke rekeningku.” “Mana ada transferan uang nyasar….” Kata Cempuk gondok sembari meninggalkan Koplo.
Samar-samar terdengar teriakan Jon Koplo,”Utang dulu, ya….”

Pengirim: Andriani Jl. Gatot Subroto, Purwoyoso, Ngaliyan Semarang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top