LAUNDRY Rp 1.500

Pekan pertama masuk sekolah, Lady Cempluk kerepotan karena harus menunggui anaknya yang baru masuk TK. Karena itu, banyak pekerjaan rumah terbengkalai. Jon Koplo, sang suami, menyarankan untuk membeli sayur matang saja, jadi tidak perlu memasak. Untuk cucian, dipasrahkan ke laundry di dekat rumah.
Cempluk bersyukur karena meski tidak memiliki ART, suaminya tidak menuntut dirinya menjadi wonder woman yang bisa mengerjakan semuanya.
Singkat cerita, sepulang dari sekolah sang anak, Cempluk mengemasi cucian, lalu mengirimnya ke tempat laundry. Kebetulan laundry tidak terlalu penuh, jadi cucian bisa diambil dua hari kemudian.
Pada hari yang sudah ditentukan, Cempluk kembali ke laundry untuk mengambil cuciannya. Ketika pelayan laundry bernama Genduk Nicole menyerahkan cuciannya, Cempluk heran, kok ada uang di dalam plastik cuciannya?
Nicole berkata, “Niki kala wingi ten kantong wonten artone, Mbak.. Pas nyetrika kok nggrunjal-nggrunjal, jebul wonten artone [Kemarin
di kantong ada uangnya, Mbak. Pas disetrika kok gronjal-gronjal, ternyata ada uangnya].” Wah, Cempluk terharu. Ternyata masih banyak orang jujur di dunia ini. Cempluk segera mengambil uang tersebut dan ternyata jumlahnya hampir cukup untuk membayar ongkos laundry. Cempluk tinggal menambahi Rp1.500.
Sampai di rumah, Cempluk ceritakan kepada Jon Koplo. “Pak, bayar laundry Cuma Rp1.500, Lha mbaknya menemukan uang di kantong.”

Pengirim: Arinta A.
Gedongan, Colomadu, Karanganyar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top