SURAT IZIN NYASAR

Pagi itu Jon Koplo, seorang guru di Wonogiri, mendapat berita duka. Salah satu tetangganya yang juga kakek dari muridnya di sekolah meninggal dunia. Namun, saking taatnya sang murid, dalam keadaan berduka pun ia masih sempat menulis surat izin untuk Jon Koplo yang ia titipkan pada salah satu temannya. “Pak, Bu, kakeknya Tom Gembus meninggal dunia. Nanti waktu istirahat, kita sama-sama melayat nggih?” kata Jon Koplo kepada rekan kerjanya.
Sesampainya di rumah duka tak ada yang
aneh, semua lancar
dari meletakkan amplop entre hingga menemui keluarga mengucapkan belasungkawa. Keanehan terjadi pada keesokan harinya, Tom Gembus datang menghadap Jon Koplo ke kantor.
“Lo, Mbus, ada apa?”
“Anu Pak, ini mau mengantar surat izin saya yang kemarin.”
“Weh, hla sudah Bapak terima kok, kan kamu titipkan temanmu.”
“Nggih Pak, tapi surat izinnya kembali pulang.”
“Hah? Hla kok bisa?”
“Iya Pak, tiba-tiba surat izinnya ada di baskom tempat uang entre di depan rumah.”
Jon Koplo pun langsung mengecek ke tumpukan surat izin yang ditata menjadi satu di dalam kelas dan ternyata benar, salah satu amplop bukan berisi surat izin melainkan uang. “Woalah Le, maaf
ya, Bapak salah naruh. Tolong jangan kasih tahu keluargamu ya.”
“Waduh, sudah telanjur niku Pak. Ibu saya tadi bilang mungkin Pak Jon Koplo salah masukin amplop, begitu Pak,” jawab Tom Gembus dengan lugunya.
Jon Koplo pun hanya
bisa mesam-mesem dan menyuruh Tom Gembus kembali ke kelas. Tentu ia jadi bahan tertawaan teman-teman kerjanya gara-gara kejadian ini.
Pengirim: Nyunik Suryani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top