JAGONG NYEKER

Minggu lalu Genduk Nicole mendapat undangan pernikahan sahabatnya, Lady Cempluk. Genduk Nicole, Lady Cempluk, Jon Koplo, dan Tom Gembus merupakan karib satu kantor.
“Mbus! aku bareng jagong ya,” ucap Nicole kepada Gembus. Sebagai jomblowati jagong manten merupakan problem karena terpaksa harus cari barengan.
“Oke, sekalian Koplo juga mau bareng aku. Kita berangkat pakai mobil Koplo saja.”
“Oke, Sip. Jemput aku jam sembilan di tempat indekos ya,” lanjut Nicole.
Pagi itu tepat jam 09.00 WIB, Gembus dan Koplo sampai di tempat indekos Nicole. Belum ada tanda Nicole akan keluar dari kamar meski Koplo sudah sekian kali membunyikan klakson.
“Cole!Ayo cepat! Wis awan,” teriak Koplo dari balik kemudi.
“Sik Plo, aku belum selesai dandan,” kata Nicole.
“Cole…Cole… sik mbok dandani apa kok lama amat,” kata Gembus.
Sepuluh menit kemudian Nicole muncul dari balik pintu sambil sedikit barlari dan membetulkan rok panjang yang dikenakan.
Setelah 30 menit perjalanan, mereka sampai di gedung tempat resepsi dan langsung menuju pintu masuk. Tak lupa mereka mengisi buku tamu yang dijaga oleh dua gadus dan dandanan bak pinang di belah dua. Dari pertama melihat kedatangan mereka bertiga, kedua gadis itu tertawa cekikikan. Setelah dipersilakan masuk, ketiganya disambut oleh mbak-mbak yang bertugas among tamu. Lagi-lagi mbak-mbak ini cekikikan dan saling berbisik.
“Plo, jane ki kenapa ta kok orang-orang itu pada cekikikan?” tanya Nicole kepada Koplo.
“Mboh, aku ya ra ngerti.”
“Lungguh ngarep ya, ben jelas nonton mantene,” ucap Gembus dan mereka bertiga langsung menuju barisan kursi paling depan.
Sebelum duduk Nicole merapikan posisi rok dan meletakkan tas pesta yang dibawanya di pangkuan. Begitu melihat ketiganya, pengantin laki-laki berbisik kepada Lady Cempluk, pengantin perempuan. Mereka berdua pun cekikikan.
Sambil menikmati organ tunggal yang tampil di panggung, Nicole mengayun-ayunkan kakinya. Tanpa sengaja kakinya menendang kursi Koplo dan terasa sangat sakit. Nicole langsung melihat kakinya dan sontak dia kaget.
“Plo…Mbuss… teriaknya tertahan. Blaik tenan… ternyata dari tadi yang diketawain itu aku… Ini aku kok ternyata enggak pakai alas kaki.”
Spontan Gembus dan Koplo yang melihat kaki Nicole tertawa.
“Oalah Cole..Cole.. dandan ayu mblingir kok cekeran,” ucap Koplo.
“Iya Plo, waktu aku lari masuk mobil tadi lupa enggak pakai sandal.”
Pengirim: Isna N.I
Krendowahono RT 003/RW 003 Gondangrejo Karanganyar Jawa Tengah 57773

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top