SANDAL JEPIT EKSIS

Menjadi seorang ibu beranak dua dengan kebutuhan seabrek, Lady Cempluk berusaha untuk hidup hemat. Tak hanya hemat menggunakan uang, dalam menggunakan barang pun ia berusaha hemat. Salah satunya adalah ketika dirinya memakai sepatu pantofelnya untuk bekerja.
Dari rumah, ia membawa sandal jepit dan menggunakan sandal jepit itu selama di kantor. Sepatunya hanya ia gunakan ketika mengajar. Biar awet baru, begitu alasan Lady Cempluk ketika ditanya.
“Nanti lupa lo Pluk, acara keluar sekolah sandal jepitan,” ledek salah satu rekan Lady Cempluk.
“Woo hla malah antimainstream lo Pak, keren.” balas Cempluk sambil tertawa.
Saat pagi menjelang siang, Gendhuk Nicole salah satu rekan kerja Cempluk mengajak Cempluk njagong ke salah satu tetangga sekolahan yang sedang punya gawe menikahkan anak.
“Sekarang saja Pluk, mumpung anak-anak istirahat,” ajak Nicole.
“Yowis ayo, aku tadi pagi juga belum sempat sarapan. Lumayanlah buat ngisi perut,” kata Cempluk.
“Enggak usah lama-lama ya, keburu bel masuk.” pesan kepala sekolah.
Nicole dan Cempluk mengiyakan lalu buru-buru berangkat. Di perjalanan, tak ada yang aneh. Sesampainya di tempat, banyak yang melihatnya dengan tatapan aneh.
“Wislah, enggak usah dipikir. Paling mikir kita bolos sekolah kan ya soalnya pakai seragam,” ujar Cempluk.
Awalnya Cempluk tidak mau ikut mikir, lama-lama ia juga risih dipandang dengan pandangan aneh oleh orangorang. Apalagi orang-orang mulai mesam-mesem lihat dirinya.
Tak lama kemudian, Nicole nggeplek tangan Cempluk sambil tertawa.
“Piye enggak diperhatikan orang-orang ta Pluk, itu lihat sandal jepit eksismu mbok pakai,” kata Nicole yang membuat Cempluk berhenti mengunyah makanannya.
Ternyata, Lady Cempluk lupa tidak mengganti sandal jepitnya dengan sepatu. Karena malu, ia segera pamit pulang tanpa menghabiskan makanannya.
Pengirim: Dwi Rahayu
drahayu421@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top