TERTIPU TULISAN

Jon Koplo ini memang rakus buku. Maksudnya, meskipun di rumahnya sudah ada ratusan buku, masih saja sering berburu buku, baik di toko maupun di arena bazar buku.
Istrinya, Lady Cempluk, pernah mengeluh dengan hobi Jon Koplo yang dianggap aneh ini.
“Ingat ta, pak. Rumah kita yang kecil sampai sumpek karena penuh dengan buku. Hla itu banyak buku yang belum dibaca, tapi sudah berburu buku lagi. Anak kita, Tom Gembus mau minta uang jajan saja susah,” keluh Lady Cempluk.
“Lo, Bu. Jangan sinis gitu ta. Buku-buku koleksi kita ini pasti bermanfaat. Jangan khawatir. Kita hidup tidak melulu butuh makan, minum, dan keperluan fisik lainnya. Makanan rohani lewat membaca buku-buku seperti ini juga perlu,” Jon Koplo meyakinkan istrinya.
Tak bisa dicegah, saing itu Jon Koplo pamit kepada istrinya untuk mendatangi bazar buku murah di kotanya.
Di gudang tempat bazar, Jon Koplo langsung menuju ke salah satu sudut deretan buku yang bertuliskan “OBRAL : 3 BUKU 10 RIBU”.
“Wow, ini yang saya cari,” kata Jon Koplo girang, sambil mengecek uangnya di dompet ada Rp150.000. Ia membayangkan bisa memborong puluhan buku.
Awalnya, ia memilih tiga buah buku tebal dengan judul-judul memikat, yakni Terapi Berpikir Positif, Segarkan Hidupmu, dan Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat. Ia kemudian menuju ke kasir sambil membawa buku-buku pilihannya.
“Ini, Mas. Tiga buku ini dulu, nanti cari lagi. Hari ini pokoknya saya akan borong buku,” kata Jon Koplo mantap sambil menyerahkan uang Rp10.000 kepada kasir.
“Lo, Pak. Ini harganya bukan 3 buku Rp10.000,” jawab Tom Gembus, kasir di bazar itu.
“Hla, itu di sana kan tertulis ‘OBRAL : 3 BUKU 10 RIBU’.” Jon Koplo membela diri.
“Maaf pak. Untuk yang ada tulisan ‘OBRAL 3 BUKU 10 RIBU’ itu khusus bagi peserta lomba menggambar. Kalau untuk bapak, harga umum. Tadi sudah dijelaskan oleh panitia, mungkin Bapak belum datang,” jelas Gembus.
Keringat dingin langsung keluar dari tubuh Jon Koplo karena malu. Ia merasa tertipu gara-gara tergiur obral. Ia sebenarnya mau marah tapi kemudian sadar dan introspeksi.
“Ya sudah, untuk harga umum tiga buku ini berapa. Yang penting sudah dapat buku-buku bagus. Uang habis enggak apa-apa,” Jon Koplo menghibur diri, tetap tengah untuk menjaga gengsinya di hadapan Tom Gembus.
“Rp143.000, Pak.”
Jon Koplo membuka dompetnya, mengeluarkan uang 150.000 dan diserahkan kepada Gembus. Setelah mendapat pengembalian Rp7.000, ia langsung pulang.
Sampai di rumah, ketika istrinya tanya bagaimana hasilnya, Jon Koplo hanya menjawab singkat.
“Bodo amat. Ini gara-gara tertipu tulisan, uang habis!”
“Bodo amat, apa?” Lady Cempluk penasaran.
“Pokoke bodo amat,” jawab Jon Koplo nyengir.
Pengirim : Suparto
partosukowati@gmail.com
Plumbungan Indah, Karangmalang, Sragen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top