SALAH HEWAN KURBAN

Setiap Idul Adha, umat islam menyembelih hewan kurban. Setelah penyembelihan, daging dibagikan kepada masyarakat. Untuk mempermudah penyembelihan dan pembagian hewan kurban, dibentuklah panitia kecil untuk mengurusi kegiatan tersebut.
Sebagai ketua panitia, sohib kita Jon Koplo langsung terjun untuk mengurusi penyembelihan hewan kurban di kampungnya. Kebiasaan memerintah sudah lama dimiliki Koplo, walaupun kadang saksake dalam memerintah dan menjengkelkan temannya.
Setelah selesai Salat Idul Adha, Koplo bersama temannya Tom Gembus berangkat ke tempat belantik untuk mengambil hewan kurban. “Mbus, wedhuse sing kuwi?” tanya Koplo sambil menunjuk ke arah kambing yang sedang diturunkan dari pikap Colt.
Kontan saja Gembus segera beranjak ke pikap itu. Gembus segera menghampiri kambing tersebut dan membawanya untuk disembelih. Namun sebelum sempat membawa ke penyembelihan, pemilik rumah bengak-bengok kepada Gembus.
“Mbus, dudu kuwi wedhuse untuk kurban {Mbus, bukan itu kambing untuk kurban}! kata pemilik rumah.
“Weladalah, dudu iki?”
“Kuwi wedhus dagangan, Plo, Mbus. Yang untuk kurban sudah kuantar ke masjid,” kata pemilik kambing itu.
Dengan pendhelak-pendhelik Koplo menahan malu dan segera meminta maaf kepada pemilik rumah. “Wah, Mbus wedhuse mbekno keliru,” ujar Koplo sambis cingas-cingis kepada Gembus.
“Makane Plo, ke masjid dulu memastikan sudah dikirim belum kambingnya. Nek ngene ki, kowe lak sing abang ireng {Kalau begini kamu yang malu},” sahut Gembus disambung pemilik rumah dengan tertawa ngakak atas keteledoran Koplo.\
Rosid Wuryanto
rosidwuryanto@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top