Salah Njodhohke

Genduk Nicole tengah sibuk menjodohkan rekan kerjanya, Lady Cempluk, dengan salah seorang teman SMP-nya yaitu Jon Koplo. Rencana itu sudah lama ia pikirkan matang-matang sebab Cempluk sampai saat ini belum menikah, padahal Nicole sudah punya buntut berusia tiga tahun. Sebelumnya, Nicole tak mau memberi tahu na ma serta ciri-ciri fi sik laki-laki yang hendak dikenalkan kepada Cempluk.
“Biar surprise,” kata Ni-cole.
Siang itu, mereka sepakat bertemu di sebuah ka fe. Nicole menemani Cem-pluk, sedangkan Jon Koplo berangkat sendiri.
“Ndelok ta Nic, kayak apa yang mau dikenalin ke aku? Fotonya dulu gih?” pinta Cempluk sambil menunggu.
“Putih, ganteng, dhuwur, tapi kalau dilihat auranya mirip kamu Pluk, itu tandanya kalian jodoh. Aamiin,” kata Nicole. Cempluk pun hanya bisa tersenyum kecut sambil terus memendam rasa penasaran serta deg-degan.
Karena menunggu cu-kup lama, Nicole pamit ke kamar mandi terlebih dulu. Namun, sekembalinya dari kamar mandi, ia mendapati Koplo sudah duduk bersama dengan Cempluk sambil senyam-senyum tampak bahagia. Nicole pun meng genggam tangannya sambil ber kata yes, sebab ia berhasil menjodohkan keduanya. Keti ka ia mendekati ke duanya, justru Cempluk sam bil nye-ngenges mencubit lengan Nicole.
“Weh, apa sih Pluk, sudah dicarikan calon jodoh kok malah njiwiti?” protes Nicole.
“Calon jodoh gundulmu kuwi, iki Jon Koplo, sodara sepupuku,” kata Cempluk.
“Hah?”
Ternyata oh ternyata, Jon Koplo dan Lady Cempluk ma sih terhitung saudara. Ka-re na keduanya tidak ting gal berdekatan, Genduk Ni cole pun tak tahu.
Ia pun ki sinan sambil meminta maaf ia pun mentraktir mereka se bagai tanda permintaan maaf. Sampai berhari-hari se telah kejadian itu, Nicole su ka tertawa sendiri jika meng ingat ke-jadian konyol ter sebut.

Rohmah Jimi S
Slogohimo, Wonogiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top