Telat Salat Id

Iduladha beberapa waktu lalu menyisakan kisah lucu bin ngisin-ngisini yang dialami oleh Tom Gembus dan Jon Koplo. Dua mahasiswa salah satu peguruan tinggi di Laweyan ini indekos di daerah sekitar kampus. Pada malam takbiran, mereka lek-lekan sehingga setelah Subuhan mereka kembali tidur. Alhasil mereka kedandaban ketika bangun agak kesiangan. Tom Gembus yang masih kriyip-kriyip
“mengumpulkan nyawa” membangunkan Jon Koplo.
“Plo, ayo tangi. Wis jam 6. Nanti bisa ketinggalan Salat Id,” kata Gembus sembari menuju kamar mandi.
Setelah Gembus selesai mandi, Jon Koplo belum beranjak dari kasur.
Dengan agak emosi takut terlambat ke masjid, Gembus membangunkan Koplo dengan mengguncang-guncang tubuhnya. “Ayo, Plo! Melu Salat Id ora? Islammu mbokteruske ora?” sergah Tom Gembus.
Koplo pun bangun dan segera mandi. “Santai ae ta,Mbus. Masjid cerak, ora bakal ketinggalan.”
Setelah bersiap, mereka berjalan kaki menuju masjid di daerah Mutihan. Jarak antara tempat indekos dan masjid hanya 200-an meter. Tom Gembus celingukan melihat kawasan masjid terlihat sepi. “Kok sepi ya, Plo?”
“Kowe sih kesusu, Mbus. Orang-orang belum berangkat. Awake dewe kerisiken.”
Mereka yang awalnya berjalan terburu-buru kini memperlambat langkah.
Ndilalah, di saku celana Koplo ada rokok sisa semalam. Sepanjang jalan, keduanya kebal-kebul rokokan.
Ketika sampai perempatan depan masjid, Jon Koplo dan Tom Gembus kaget. Ternyata jemaah sudah membeludak. Jemaah menatap heran kepada dua bujang itu.
Tapi dasar Jon Koplo kemaki, ia tetap santai dan mencari barisan yang kosong di pelataran masjid. “Santai wae, Mbus. Imamnya lagi khotbah. Awake dewe durung ketinggalan salat,” bisik Koplo.
Tom Gembus pun duduk di samping Gembus. Tapi alam bawah sadarnya mengatakan ada sesuatu yang aneh. “Plo, kayaknya Salat Id beda dengan Salat Jumat. Salat Id itu salatnya di awal, baru imam berkhotbah,” ucap Gembus sambil berbisik pula.
Jon Koplo pura-pura tak mendengar perkataan Tom Gembus. “Tiwas nyantai ternyata ketinggalan salat,” batin Koplo.

Pengirim: M. Abrori
Jl. Truntum VII No. 1
Sondakan, Laweyan, Solo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top