MALU SEBAR HOAKS

Beberapa waktu ini banyak terjadi bencana alam yang meresahkan. Mulai dari gempa bumi, erupsi Gunung Tangkuban Prahu, aktivitas Gunung Merapi, dan sebagainya.
Berawal dari sebuah video kawah gunung berapi yang ia terima dari grup keluarga besarnya. Video itu dikirim oleh Lady Cempluk yang kebetulan tinggal di Bandung. Tanpa membaca keterangan yang ditulis di bawahnya, langsung saja Koplo menyimpulkan video itu erupsi Gunung Tangkuban Perahu. Spontan ia menjadikan video itu sebagai status Whatsapp dengan deskripsi “Kondisi terakhir erupsi Gunung Tangkuban Perahu. Luar biasa, Tuhan memberi sedikit contoh panasnya api neraka yang ada di dunia”.
“Mas, itu bukan Gunung Tangkuban Perahu lo. Tapi Gunung berapi,” demikian komentar Cemplik menanggapi Koplo.
“Oalah… tak kira itu video erupsi Gunung Tangkuban Perahu. Habisnya yang upload video kamu, Pluk,” balas Jon Koplo.
“Oalah Mas, memangnya kalau aku yag upload pasti tentang fenomena alam di Bandung. Hehe kan sudah ada keterangannya ta. Itu video gunung berapi,” balas Cempluk.
Jon Koplo sudah merasa sangat malu dengan komentar dari Cempluk. Apalagi ia melihat ada 48 orang di kontaknya yang menyaksikan status tersebut. Niatnya sih mau memperbaiki keadaan. Biar tetep eksis
di medsos. Dikirimlah
video tersebut ke grup karyawan kantornya dengan keterangan, “Kawah Gunung Merapi Terlihat dari Dekat.”
“Clentung….clentung…..clentung….”
“Bro, klo itu Gunung Merapi kok fotografernya bule-bule gitu?” demikian pesan temannya.
“Gunung berapi kali, Mas. Bukan Gunung Merapi,” tambah Genduk Nicole.
“Gunung Tangkuban Perahu atau Gunung Merapi, Mas, hahaha,” tulis rekan sekantornya.
“Hoaks Mas hoaks. Hati-hati kalau mau sharing video. Harus dipastikan dulu kebenarannya. Jangan asal sharing,” ada yang mengingatkan Koplo soal hoaks.
Jon Koplo sama sekali tidak berani membalas komentar-komentar di grup kantornya. Ia perhatikan lagi percakapan sebelumnya dengan Cempluk. Koplo baru menyadari bahwa Cempluk telah menyebutkan gunung berapi bukan Gunung Merapi. Ia baru menyadari video itu adalah fenomena alam di negara asing, bukan Indonesia.
Pengirim: Siti Rohmani snow.angel19@rocketmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top