ADA SESUATU DI DALAM SEPATUKU

Fery Lorena Yanni
Matahari sudah condong ke barat ketika Tia pulang dari latihan pramuka. Sore ini Tia tidak dijemput ayah, melainkan dijemut Om Arwin. Ayah sedang ada tugas keluar kota selama sepekan.
“Om, langsung pulang saja ya, Tia. Sampaikan pada Ibu, Om tidak mampir dulu,” kata Om Arwin saat menurunkan Tia. Tia mengangguk dan Om Arwin segera memacu motornya setelah melambaikan tangan kepada keponakan kesayangannya.
“Ibu… Tia pulang…,” sapa Tia begitu masuk rumah. Saat itu dilihatnya ibu sedang duduk di kursi ruan gtengah sambil membaca tabloid. Setelah mencium tangan ibu, Tia segera masuk ke kamar dan seperti biasa langsung melepas sepatunya. Seperti biasanya pula Tia memasukkan kaus kakinya yang basah oleh keringat ke dalam sepatu dan melemparkannya ke bawah kolong tempat tidur.
“Tia.. kalau habis pakai sepatu, letakkan sepatu di rak sepatu yang sudah disediakan, bukan di kolong tempat tidur!” seru ibu melihat Tia hanya melemparkan sepatunya begitu saja. Padahal ibu sudah beberapa kali memperingatkan Tia untuk meletakkan sepatunya di rak sepatu, tapi Tia tetapi membandel dan tetap saja melemparkan sepatunya ke kolong tempat tidur.
“Tia… sepatu tuh harus sering dicuci, biar enggak bau!” seru ibu lagi.
“Tia.. kaus kakinya jangan ditinggalkan di dalam sepatu!”
“Ah… Ibu cerewet sekali!” Tia menggerutu. Tapi tetap dia tidak melakukan apa yang diperintahkan oleh ibu. Tia tetap meninggalkan sepatunya di kolong tempat tidurnya dalam keadaan kotor dan berbau kaus kaki yang tidak kalah baunya di kolong tempat tidur.
“Tia.. sepatunya suah ditaruh di rak sepatu?” tanya ibu mengingatkan.
“Sudah, Bu!” hmm.. Tia berbohong. Tia paling malas juka sedang menonton tv harus bangun dan keluar hanya untuk meletakkan sepatu di rak. Nanti saja, pikirnya.
“Ya sudah.. ibu percaya..,” kata ibu walau sebenarnya ibu tahu Tia berbohong.
Menjelang malam, Tia sudah sangat mengantuk, sehingga dia melupakan sepatu yang seharusnya diletakkan di rak sepatu. Dia langsung tidur hingga keesokan harinya.
Keesokan harinya, Tia bangun kesiangan. Jarum jam sudah menunjukkan pukul enam lewat empat puluh menit. Karena kecapaian setelah latihan pramuka kemarin, Tia tidur terlalu pulas.
“Waaaa…!!!!! Kenapa bisa kesiangan begini????” Tia berteriak histeris. Rupanya dia lupa memasang alarmnya saat mau tidur semalam. Buru-buru Tia berlari ke kamar mandi. Dia mandi bagai kilat dan segera berganti pakaian. Semua dilakukannya dengan cepat.
Setelah mengenakan seragamnya, Tia segera mengambil sepatunya yang ada di kolong tempat tidurnya. Sambil sesekali melirih ke arah jam di dinding, dengan cepat Tia memakai kaus kakinya. Namun, dia sama sekali tidak memperhatikan kaus kaki maupun sepatunya, karena yang penting saat ini adalah bisa bergerah dengan cepat supaya tidak sampai terlambat ke sekolah.
“Apa ini?” tiba-tiba Tia berhenti ketika akan mengikat tali sepatunya. Ada sesuatu yang bergerak-gerak di ujung jarinya. Ihhh…! geli.
“Ada apa, Tia?” tanya ibu yang melihat Tia mendadak berhenti.
“Bu, sepertinya ada yang bergerak-gerak di dalam sepatuku,” kata Tia.
“Memangnya ada apa di dalam sepatumu?” tanya ibu lagi.
“Entahlah,” kata Tia setengah berbisik. Wajahnya tampak cemas.
“Coba kamu buka sepatunya!” kata ibu.
Perlahan Tia membuka tali sepatunya, kemudian menarik sepatunya sehingga kakinya bisa keluar dari dalam sepatu. Dan….
“Aaaaahhhhh….!!!!” Tia berteriak kaget. Segera dilemparkannya sepatu yang ada di tangannya.
Dari dalam sepatu, muncul dua ekor kecoak yang cukup besar. Rupanya kecoak itu menginap di dalam sepatu Tia. Tentu saja ayah dan ibu hanya tertawa melihatnya. Tia sudah mendapat pelajaran dari kebiasan buruknya melempar sepatu kotor ke kolong tempat tidur.
“Nah, Tia. Sekarang kamu tahu kan, kenapa ibu begitu cerewet mengingatkan kamu untuk menyimpan sepatu di rak sepatu dan supaya kamu rajin mencuci sepatu dan kaus kaki?” kata ibu sambil tersenyum kepada Tia yang wajahnya tampah pucat.
Tia mengangguk. Sekarang dia sadar dan dia berjanji pada ibu dan diri sendiri akan menyimpan sepatunya dengan rapi di rak sepatu dan tentu saja akan rajin mencuci sepatu dan kaus kakinya. Dia tidak ingin sepatunya menjadi tempat menginap monster jorok seperti kecoak ini.
Sejak saat itu, Tia selalu menyimpan sepatunya di rak sepatu. Tak lupa dia mengambil kaus kakinya yang kotor dan mencucinya sehingga tidak ada lagi kecoa yang akan masuk ke dalam sepatunya.
Nah, adik-adik, kalian juga harus ingat, simpan sepatu di rak sepatu dengan rapi dan jangan malas mencuci sepatu dan kaus kaki kalian. Monster kecoa suka seklai tempat yang bau, seperti kaus kaki. Jadi jangan sampai monster kecoa tinggal di dalam sepatu kalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top