Lupa Wudu

Pada Idul adha lalu, pagi-pagi sekali Jon Koplo sudah mandi dan bersiap rapi mengenakan baju koko, sarung, dan kopiah putih ke sukaannya.
“Wis siap mangkat iki [Sudah siap berangkat nih],” kata koplo semringah sambil berkaca di depan cermin. Sejurus kemudian terdengar suara Tom Gembus memanggil-manggil Koplo dari luar rumah. ]
“Ya, kosik!” jawab Koplo. Akhirnya mereka berdua berangkat bersama menuju lapangan tempat dilaksanakannya Salat Id. Kondisi lapangan pagi itu agak lengang sehingga masih banyak tempat yang kosong. Mereka mendapat kesempatan duduk di saf kedua. Tak sampai 10 menit dari saat mereka sampai, lapangan sudah terisi penuh oleh lautan jemaah. Salat dimulai. Suara imam begitu merdu melantunkan ayat-ayat suci pagi itu. Seusai salat dan mendengarkan kultum, Koplo dan Gembus pulang lewat jalan lain. Di tengah perjalanan tiba-tiba Jon Koplo berteriak dengan kerasnya.
“Astaghfi rullahal adzim!”
Teriakan Koplo tersebut mengagetkan jemaah di sekitar mereka. Gembus yang turut kaget pun menimpali.
“Enek apa [ada apa], Plo?”
“Anu Mbus, aku mau lali durung wudu [aku lupa belum wudu],” jawab Koplo sambil malu karena dilihat banyak orang.
“Astaghfi rullah, Koplo. Hla kok isoh lali ki kepiye ta [kok bisa lupa itu bagaimana]?” sahut Gembus.
“Hehehe, ya maaf hla wong lupa kok Mbus,” jawab Koplo dengan wajah merah padam.

Pengirim: Adnan Jadi Al-Islam
Srebegan Ceper, Klaten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top