Jebul Angler

Kisah lucu ini terjadi beberapa tahun lalu, ketika Jon Koplo baru pulang dari rumah anaknya di Karawang, Jawa Barat. Tak seperti berangkatnya yang bareng mobil anaknya, pulangnya ke Kulonprogo ia memilih menggunakan bus. Sesampai di Terminal Wates, pukul 07.00 WIB,
ia memutuskan mencari sarapan. Selesai sarapan, Koplo berjalan menuju terminal untuk menunggu bus menuju Kalibawang. Pada saat itulah ia dicegat tukang becak di pangkalan, sebut saja Tom Gembus.
“Pak, mbecak saja. Mari saya antar,” kata Gembus.
“Maaf tidak, Mas,” jawab Koplo.
“Murah kok, Pak,” kata Gembus. Koplo menggeleng dan berjalan meninggalkan pangkalan becak itu. Gembus mengikutinya.
“Ayolah Pak.. kula ngertos panjenengan kok,” kata Gembus sok tahu.
“Apa ngerti nek aku sok ngethoprak ya [Apa tahu aku sering main ketoprak ya]? “ demikian Koplo membatin.
Karena Gembus terus mengejar, Koplo pun naik. Baru beberapa kayuhan, Koplo nyeletuk, “Apa mampu ngantar saya, Mas?” tanya Koplo.
“Daleme pundi ta jenengan Pak[rumahnya mana Pak]?” Gembus balik bertanya.
“Kalibawang. Hla tadi katanya tahu saya,” kata Koplo.
“Badalah!” Gembus kaget. Ia pun putar balik becaknya, kembali menuju ke pangkalan. Teman-teman Gembus sesama tukang becak menatapnya keheranan melihat Gembus kembali dengan penumpangnya. Setelah tahu rumah Koplo di Kalibawang, mereka malah tertawa ngakak. Jarak Wates-Kalibawang sekitar 35 km.  Koplo turun dari becak kemudian berkata kepada Gembus.
“Maturnuwun lo Mas, wis ditumpakke becak. Jebul angler.”

Pengirim: Rizkia Hety
Netarahim
Kalibawang, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top